Seiring laju perkembangan zaman yang semakin canggih, maka komponen utama pembelajaran, seperti guru, peserta didik, dan metode pembelajaran sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran.
Apalagi guru sebagai motor utama pembelajaran harus pandai-pandai dalam mengemas proses pembelajaran agar peserta didik benar-benar paham, serta dapat berpikir maju sesuai perkembangan zaman. Anak dituntut untuk memahami apa yang guru sampaikan dan mencari jalan keluar apa masalah yang menyebabkan anak tidak tuntas dalam belajar.
Materi Menerima Qada dan Qadar yang menerangkan bahwa qada adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT terhadap makhluknya sejak zaman azali. Contohnya gerhana matahari atau bulan, terjadinya siang dan malam pasang dan surut air laut, kelahiran dan kematian, jenis kelamin dan kiamat.
Sedangkan qadar adalah ketetapan Allah SWT yang telah terjadi terhadap makhluk-Nya. Yang sering disebut dengan istilah takdir.
Pembelajaran yang selalu dilakukan di dalam kelas dan mendengarkan guru berceramah, anak diam tanpa beraktivitas. Sepertinya metode seperti itu harusnya sudah lama ditinggalkan. Yang harus kita lakukan sebagai pendidik adalah menggiring anak untuk berpikir tentang materi yang kita sajikan, mengacu pada perubahan kurikulum.
Pembahasan materi tersebut di atas penulis mencoba untuk menerapkan pembelajaran di SD Negeri 4 Kismantoro ini dengan pembelajaran di luar kelas agar anak lebih paham dan tidak jenuh, yang dikenal dengan istilah Outing Class.
Outing adalah singkatan dari Outbound Training yakni suatu kegiatan yang melibatkan alam semesta langsung dijadikan sumber belajar. Yang dilakukan peserta didik di luar ruangan kelas. Yang erat kaitannya dengan dunia anak yang suka akan kebebasan, bermain, dan bersosialisasi sehingga anak tidak mudah bosan dalam belajar.
Dengan belajar di luar kelas anak-anak diajak berkeliling di alam bebas, mengamati seluruh alam semesta yang tampak, seperti matahari, hewan, dan tumbuhan. Di tengah mereka menikmati keindahan alam serta mensyukuri betapa keagungan Allah Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta alam nan indah mempesona.
Guru memberi stimulasi dengan beberapa pertanyaan, contohnya pertanyaan hidup dan matinya seseorang juga menyaksikan langsung tempat terbit dan terbenamnya matahari dari ufuk timur sampai ke ufuk barat yang merupakan qada Allah yang tidak bisa diubah oleh manusia. Bencana alam kaitannya dengan qadar Allah SWT, makhluk hidup yang pasti mati, dan lain sebagainya.
Dan juga kemiskinan dan kebodohan yang masih bisa dirubah dengan jalan ikhtiar dan doa yang dinamakan takdir mualaq. Sehingga dengan perasaan anak yang bahagia dan tidak bosan, membuat mereka lebih dapat berpikir, materipun dapat dikuasai dengan baik.
Belajar asyik dengan outing class pada materi Menerima Qada dan Qadar ini terbukti efektif diterapkan di SD Negeri 4 Kismantoro. Dengan menyaksikan langsung alam semesta, makhluk hidup yang ada di sekitarnya, dan stimulasi tentang bencana-bencana alam yang pernah terjadi di seluruh dunia, perubahan-perubahan yang terjadi di alam semesta anak-anak lebih mudah memahami serta bisa menerima bahwa memang qada dan qadar Allah SWT itu nyata dan harus bisa diterima dan diimani dengan sabar dan ikhlas. Sifat qanaah harus ditanamkan sejak dini. (ps1/aro)
Guru SD Negeri 4 Kismantoro Editor : Agus AP