Pada hakikatnya pembelajaran PJOK mengarahkan siswa pada aspek kebugaran jasmani, keterampilan bergerak, penalaran dalam berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, dan kesesuaian tindakan secara moral maupun emosional. Maka, pembelajaran PJOK tidak dapat dikesampingkan, mengingat kebermanfaatan yang terkandung di dalamnya begitu optimal.
Aktivitas fisik yang menjadi salah satu komponen dalam pembelajaran PJOK memiliki kebermanfaatan dalam meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi dan pembakaran energi melalui gerak tubuh.
Bila dirunut terdapat tiga pengelompokan aktivitas secara yaitu, 1) aktivitas ringan, 2) aktivitas sedang, dan 3) aktivitas berat. Pembelajaran PJOK bagi siswa jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) berkaitan dengan aktivitas fisik di antaranya pola gerak dasar lokomotor.
Pola gerak dasar lokomotor merupakan gerak untuk berpindahnya suatu bagian tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Keterampilan lokomotor dapat berkembang berdasar kematangan tertentu, dapat dari pengalaman maupun latihan yang telah dilakukan.
Bagi siswa SD, khususnya yang duduk di bangku kelas dua dapat dilakukan dengan gaya peniruan. Gaya peniruan dapat dengan mudah dilakukan oleh siswa dengan mengingat subjek yang ditiru. Tentu dengan guru sebagai fasilitator dan pengarah gerak yang dilakukan.
Gaya peniruan yang dilakukan pada berjalan, berlari, dan melompat. Meskipun gerakan-gerakan tersebut merupakan gerak dasar namun bukan berarti gerakan tersebut tidak memerlukan latihan.
Gerak peniruan berjalan dapat dilakukan dengan meniru gerak berjalan gajah. Gerak berlari dapat dilakukan dengan meniru gerak berlari kuda. Kemudian, gerak melompat dapat dilakukan dengan meniru gerak melompat kelinci.
Gerak peniruan berjalan seperti gajah dapat dilakukan dengan instruksi, 1) sikap permulaan peserta didik membungkuk, 2) kedua telapak tangan menyentuh tanah, 3) pandangan lurus ke depan, 4) kemudian berjalan seperti gajah, dan 5) peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini berulang-ulang menempuh jarak 5-10 meter dan selama 3-5 menit.
Gerak peniruan berlari seperti kuda dapat dilakukan dengan instruksi, 1) sikap permulaan peserta didik boleh berlari sesuka hati, 2) Peserta didik berlari dengan bermacam, 3) gerakan kuda lari, 4) ada yang berbelok-belok, (5) ada yang melompat lompat, 6) ada pula yang berlari, 7) dengan mengangkat paha, 8) peserta didik berlari dengan gembira, 9) lakukan pembelajaran seperti kuda berlari, dan 10) Peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini berulangulang menempuh jarak 10-15 meter dan selama 3-5 menit.
Gerak peniruan melompat seperti kelinci dapat dilakukan dengan instruksi, 1) sikap permulaan kedua tangan dan kedua kaki peserta didik posisi di depan, 2) bergerak berganti ganti, 3) kelihatan seperti melompat, 4) lakukan pembelajaran seperti elinci berlari, dan (5) peserta didik diminta untuk melakukan gerakan ini berulang-ulang menempuh jarak 10-15 meter dan selama 3-5 menit.
Gerak peniruan yang telah dijabarkan dapat dilakukan tidak hanya di lingkungan sekolah melainkan dapat juga dilakukan di rumah. Gerak peniruan tidak hanya berbatas pada gerak peniruan yang telah dijabarkan sehingga para guru dapat menginisiasi peniruan dengan subjek yang lain.
Melalui gerak dasar lokomotor harapannya siswa SD Negeri Bangetayu Wetan 01 Kota Semarang dapat melatih kekuatan dan keseimbangan tubuh karena gerakan ini merupakan gerak dasar dari berbagai jenis olahraga. (*/ida)
Guru SD Negeri Bangetayu Wetan 01 Kota Semarang Editor : Agus AP