Sekolah dirancang melalui gabungan berbagai komponen yang menjadi kesatuan. Sehingga terbentuklah sebuah struktur sekolah yang baik dan terencana. Komponen tersebut antara lain kepala sekolah, guru dan siswa, dimana kesemuanya saling berpadu dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya.
Pembelajaran IPS lebih menekankan pada aspek pendidikan dari pada transfer konsep. Karena dalam pembelajaran IPS siswa diharapkan memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih sikap, nilai, moral dan keterampilan berdasarkan konsep yang telah dimilikinya.
IPS juga membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat dan dihadapkan pada berbagai permasalahan di lingkungan sekitarnya.
Definisi kata pembelajaran dan definisi kata IPS seperti yang telah dikemukakan di atas digabung menjadi satu pengertian. Maka pembelajaran IPS adalah suatu upaya yang dilakukan secara sengaja oleh pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan berkaitan dengan isu-isu sosial dan kewarganegaraan untuk diajarkan disetiap jenjang pendidikan dengan menggunakan metode dan model pembelajaran efektif dan efisien.
Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merencanakan bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas Joyce dan Weil (Rusman, 2012: 133).
Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Joyce (Trianto, 2007: 2) menyatakan model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dapat kita gunakan untuk mendesain pola-pola mengajar secara tatap muka di dalam kelas atau mengatur tutorial, dan untuk menentukan material/perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, tipe, program media komputer, dan kurikulum (sebagai kursus untuk belajar).
Robert Taylor (Miftahul, 2013:303) model pembelajaran scramble adalah “salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan konsentrasi dan kecepatan serta ketepatan berpikir siswa”. Scramble merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa menemukan jawaban dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara membagikan lembar soal atau lembar jawaban yang tersedia.
Model pembelajaran scramble merupakan metode yang berbentuk permainan acak kata, kalimat, atau paragraf (Sohimin, 2016: 166). Scramble dipakai untuk jenis permainan anak-anak yang merupakan latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemikiran kosakata.
Model pembelajaran scramble, membuat pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Membuat jawaban yang diacak hurufnya, guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai, membagikan lembaran kerja kepada siswa (Darmadi, 2017: 41).
Tukiran Taniredja, dkk (2014: 116) media dan langkah-langkah yang digunakan dalam model pembelajaran scramble adalah sebagai berikut: a) Buatlah media pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran. b) Buat media jawaban yang diacak hurufnya. c) Langkah pertama guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang dicapai dalam pembelajaran. d) Lengkah kedua membagikan lembar kerja kepada siswa.
Adapun kelebihan lain yaitu: a) Melatih siswa untuk berpikir cepat dan tepat. b) Mendorong siswa belajar mengerjakan soal dengan jawaban acak. c) Melatih kedisiplinan siswa. d) Semua siswa dapat terlibat aktif, Miftahul Huda (2016: 306). Sementara kelemahan model pembelajaran scramble (Miftahul Huda, 2016: 306) yaitu: a) Terkadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. b) Siswa menerima bahan mentah yang hanya perlu diolah dengan baik.
Pembelajaran dengan metode scramble untuk pembelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri 11 Semarang diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan minat belajar IPS lebih kreatifitas, antusias, dan kondusif. Lebih jauh, penerapan media sejalan dengan tujuan pembelajaran IPS agar mampu berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain jujur dan percaya diri. (una/fth)
Guru IPS SMP Negeri 11 Semarang Editor : Agus AP