Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Berpikir Komputasional Kembangkan Kemampuan Siswa Bernalar Logis

Agus AP • Sabtu, 3 September 2022 | 00:17 WIB
Widya Hapsari AP, S.Kom
Widya Hapsari AP, S.Kom
RADARSEMARANG.ID, Berpikir komputasional adalah proses berpikir yang diperlukan dalam memformulasikan masalah dan solusinya. Sehingga solusi tersebut dapat menjadi agen pemroses informasi yang efektif dalam menyelesaikan masalah (Jeannette, 2011).

Berpikir komputasional menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke- 21 sebagai konsekuensi dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang ditandai adanya otomatisasi dan kecerdasan buatan di berbagai bidang. Kecakapan berpikir komputasional menyiapkan generasi yang kompeten dan kompetitif menghadapi persaingan global.

Kecakapan ini mengajarkan peserta didik berpikir secara logis, kreatif dan terstruktur. Dengan berpikir komputasional seseorang akan mampu mengamati, memecahkan masalah hingga bisa mengembangkan solusi dari pemecahan masalah.

Menurut tim Kemdikbud (202:25) terdapat 4 fondasi teknik berpikir komputasional yang dikenal dalam ilmu informatika. Yaitu dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola dan algoritma yang mendasari dalam memecahkan masalah.

Menyuplik dari keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan No 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada fase D di jenjang SMP pada mata pelajaran informatika yaitu menerapkan berpikir komputasional secara mandiri untuk menyelesaikan persoalan dengan data diskrit bervolume kecil dan mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain.

Selaras dengan amanat Permendikbudristek No 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional bahwa AN bertujuan untuk mengukur hasil belajar kognitif mencakup literasi membaca dan numerasi, oleh karena itu mata pelajaran informatika hadir menyiapkan peserta didik dalam menghadapi asesmen nasional.

Mata pelajaran informatika memberikan fondasi berpikir komputasional yang merupakan kemampuan problem solving yaitu keterampilan generik yang penting seiring dengan perkembangan teknologi digital yang pesat. Juga meningkatkan kemampuan peserta didik dalam logika, analisis dan interpretasi data yang diperlukan dalam literasi, numerasi dan literasi sains.

Dalam pembelajaran informatika di SMP Negeri 1 Grabag tahun pelajaran 2021/2022 guru menyajikan materi berpikir komputasional dengan metode PBL (problem based learning). Pada pembelajaran di kelas peserta didik dibagi dalam kelompok diskusi kemudian diberikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang berisi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sebagai pemantik untuk merangsang kemampuan menganalisis masalah, memunculkan ide dan kreativitas yang didasari dengan bernalar kritis dan logis.

Guru mengarahkan untuk menerapkan tahapan berpikir komputasional yaitu memecah masalah besar dan kompleks menjadi masalah yang lebih kecil. Sehingga masalah tersebut menjadi mudah diselesaikan (dekomposisi). Kemudian fokus pada hal-hal yang relevan dengan masalah yang dihadapi dan mengabaikan hal yang tidak diperlukan dalam menyelesaikan masalah (abstraksi).

Melihat pola dan karakteristik tertentu dan melihat kesamaan pola tersebut (pengenalan pola) dan pada tahap akhir yaitu menuliskan langkah instruksi secara sistematis untuk menyelesaikan (algoritma).

Di akhir diskusi peserta didik mempresentasikan ide dan gagasan mereka kemudian mendapatkan tanggapan dari kelompok lain. Guru bertindak sebagai fasilitator dalam pembahasan solusi dan memberikan penguatan konsep.

Kecakapan berpikir komputasional ini sangat bermanfaat tidak hanya diterapkan dalam pembelajaran informatika, namun dapat diimplementasikan untuk menyelesaikan soal pada mata pelajaran lain serta masalah dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik terlatih menganalisis masalah dan memahaminya.

Kemudian mencari dan mengembangkan solusi yang sistematis, efektif dan efisien sehingga menemukan solusi yang tepat. Peserta didik juga akan lebih siap menghadapi dan menyelesaikan soal-soal dalam asesmen nasional baik literasi membaca maupun numerasi yang penyelesaiannya menuntut peserta didik berfikir dan bernalar logis. (gr/lis)


Guru Informatika SMP Negeri 1 Grabag, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP
#SMP Negeri 1 Grabag #Widya Hapsari #Kemampuan Siswa Bernalar Logis #Guru Informatika #Berpikir Komputasional