Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Strategi PeKA Optimalkan SPMI untuk Peningkatan Mutu Sekolah

Agus AP • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 20:27 WIB
Kartikaningsih, S.Pd., M.Pd
Kartikaningsih, S.Pd., M.Pd
RADARSEMARANG.ID, SISTEM Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan. Kegiatan SPMI melibatkan seluruh warga sekolah.

Mulai kepala sekolah, guru, TAS, komite sekolah, dan stakeholder sekolah lain. Keseluruhan komponen tersebut bersama-sama memikirkan dan melaksanakan proses penjaminan mutu supaya terlaksana maksimal.

Faktanya sebagai salah satu sekolah rujukan SPMI, SMP Negeri 1 Wonopringgo belum memadai sarana dan prasarana kantin dan musalanya. Bahkan, musala masih kecil dan tidak mencukupi untuk ibadah bagi 673 siswa. Kantin juga belum memenuhi syarat kesehatan jika dilihat dari bangunan dan standar menu makanan yang dijual kepada warga sekolah.

Jika kondisi demikian dibiarkan, maka fungsi utama SPMI sebagai sistim penjamin mutu sekolah sulit tercapai. Maka diperlukan formula yang tepat, sehingga SPMI menjadi program yang didukung dan dilaksanakan oleh semua komponen dan stakeholder sekolah. Sehingga benar-benar bisa membawa sekolah ke arah mutu yang jelas dan nyata.

Melihat fenomena di atas, pemenuhan sarana prasarana musala dan kantin sekolah sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan SPMI. Diperlukan strategi untuk mewujudkannya dan strategi tersebut adalah PeKA (peran komite dan alumni). Keterlibatan semua warga sekolah, komite, dan stakeholder, merupakan solusi terbaik.

Pasalnya, jika menunggu bantuan dari pemerintah sepertinya butuh waktu. Padahal program rehab musala dan kantin harus segera dilaksanakan dengan melibatkan peran komite dan alumni sekolah. Hal ini menjadi sarana mengoptimalkan peran komite sekolah dan mengobarkan semangat para alumni yang mencintai dan membanggakan sekolahnya.

Penggalangan dana dilakukan komite sekolah melalui rapat dengan orang tua siswa yang difokuskan untuk rehab kantin sekolah. Sedangkan penggalangan dana alumni difokuskan pada rehab musala.

Panitia pembangunan musala bisa melakukan door to door untuk alumni yang berdomisili di lingkungan Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Panitia bisa memanfaatkan media sosial seperti facebook. Apalagi sekolah sudah memiliki akun facebook sejak tahun 2010 yang digunakan sebagai sarana menginformasikan setiap kegiatan sekolah, termasuk prestasi yang diraih sekolah. Selain itu, melalui Instragram maupun whatsapp, serta pada setiap kegiatan reuni sekolah di berbagai angkatan kelulusan.

Kegiatan yang penulis rancang ini selesai akhir tahun 2018 dengan terwujudnya kantin sehat dan musala yang megah. Selain menambah semangat warga sekolah dan masyarakat sekitarnya dalam melakukan ibadah di sekolah, sekaligus membentuk budaya sehat dengan tersedianya kantin sehat di sekolah.

Bagi orang tua dan alumni, hasil sumbangan dananya dapat dijadikan ladang pahala yang mengalir untuk bekal di kehidupan abadi. Bagi pihak sekolah tentu memperlancar tujuan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. (kj1/ida)


Kepala SMP Negeri 2 Kajen Editor : Agus AP
#Peningkatan Mutu Sekolah #Strategi PeKA #SISTEM Penjaminan Mutu Internal #SPMI #Kartikaningsih