Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Asyiknya Belajar Pembagian dengan Stik Es Krim

Agus AP • Jumat, 11 Maret 2022 | 21:17 WIB
Yuni Kurniawati, S.Pd.SD
Yuni Kurniawati, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran selama masa pandemi membutuhkan kerja ekstra bagi setiap guru. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara daring, berdampak banyak bagi perkembangan belajar siswa. Banyak kendala bagi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Salah satunya dalam pembelajaran matematika.

Pengiriman video-video pembelajaran dapat membantu siswa dalam belajar. Namun karena terkendala jaringan internet yang kurang lancar, anak-anak sering terlambat untuk menonton video yang telah dikirim lewat grup. Sebagian anak-anak ada yang sulit memahami materi yang disampaikan lewat video tersebut.

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa. Hal ini juga dirasakan oleh siswa-siswi kelas 3 di SD Negeri Krinjing. Untuk itu, pembelajaran matematika membutuhkan media yang sesuai dan menyenangkan agar siswa dapat belajar dengan mudah dan senang.

Dalam matematika ada empat operasi dasar yang harus dikuasai siswa. Yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Salah satu operasi yang dirasakan sulit dan bahkan ditakuti siswa adalah pembagian.

Banyak siswa yang belum bisa memahami dan mengerti langkah-langkah mengerjakan pembagian. Hal ini sangat berdampak pada pembelajaran matematika pada materi-materi yang lain. Siswa semakin kesulitan dalam mempelajari materi selanjutnya. Hal ini terlihat dari nilai siswa dalam pelajaran matematika yang masih banyak di bawah KKM.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pembagian adalah proses, cara, perbuatan membagi atau membagikan. Pembagian menurut Abdul Rahman As’ari, dkk (1996 1997: 162) adalah penanaman konsep dalam pembagian yaitu ada dua situasi yang bisa digunakan untuk menekankan konsep pembagian. Situasi pengukuran dan situasi partisi.

Sementara itu, kita dapat pula memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman nyata melakukan proses pembagian dalam situasi partisi. Pembagian atau membagi merupakan hal yang sering atau lazim ditemukan sehari-hari dan membagi ini dapat diselesaikan dengan baik jika anak atau peserta didik telah mahir dalam operasi hitung “pengurangan.” Karena membagi merupakan pengerjaan mengurang berulang dengan pengurang tetap. Pengurangan yang tetap dimaksud adalah pembagi. Jadi pembagian merupakan pengurangan berulang. Contoh 18:3 = 6 Pengurangan berulang oleh bilangan 3 sebanyak 6 kali. 18 – 3 – 3 – 3 – 3 – 3 – 3 = 0

Dalam waktu yang terbatas, anak-anak belajar pembagian dengan bantuan beberapa benda yang ada di sekitar. Salah satu benda yang banyak diminati siswa adalah stik es krim. Anak-anak membawa puluhan stik es krim. Pada awal pembelajaran guru menjelaskan tentang pembagian sebagai pengurangan berulang dengan memberikan contoh 15:3. Guru memberi penjelasan cara menyelesaikan pembagian tersebut dengan mengambil 15 batang stick es krim. Stik es krim lalu dikurangi/diambil 3 berulang-ulang sampai habis. Stik es krim yang sudah diambil diletakkan di meja secara terpisah/diberi jarak antartumpukan. Anak-anak menghitung banyaknya tumpukan stik es krim. Diperoleh 5 tumpukan. Berarti hasil dari 15:3=5.

Guru mengulang dengan memberi contoh yang lain. Contoh yang selanjutnya, semua siswa menghitung sendiri hasil dari 30:5. Anak-anak sangat senang. Mereka sangat tertarik belajar sambil bermain dengan stik es krim. Kegiatan pembelajaran diulang beberapa kali sehingga siswa sudah lebih mudah memahami pembagian. Hal ini dapat dilihat saat guru memberikan latihan-latihan soal pembagian nilai mereka sudah meningkat.

Pada awalnya banyak anak yang mendapat nilai di bawah 75 jauh di bawah KKM, namun setelah menggunakan metode ini, hampir semua siswa mendapatkan nilai di atas KKM. (mn1/lis)



Guru SDN Krinjing, Kec Kajoran , Kabupaten Magelang Editor : Agus AP
#Belajar Pembagian . Stik Es Krim #S.Pd.SD #Yuni Kurniawati #Guru SDN Krinjing #Kajoran