IPS merupakan pelajaran yang diidentikkan sebagai mata pelajaran hafalan, mengingat objek kajiannya yang luas dan menyuluh, serta berkaitan satu sama lain. Namun belajar IPS tidak akan optimal jika hanya dilakukan dengan menghafal dan menjejalkan berbagai materi. Terbukti ketika pembelajaran IPS di kelas 5B SDN Jambu, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang untuk KD 3.4. Mengidentifikasi faktor-faktor penting penyebab penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dengan materi ajar Peristiwa Kebangsaan di Seputar Proklamasi, hasil evaluasinya rendah.
Dari 20 siswa di kelas tersebut terdapat 7 siswa yang mencapai KKM (35%). Selebihnya, 13 siswa (65%) mendapatkan nilai kurang dari KKM. Nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 68,50. Hal ini tentu memicu guru untuk berpikir dan bertindak agar siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya.
Langkah guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPS ini adalah dengan menerapkan metode mind mapping. Menurut Aris Shoiman (2014 : 105) mind mapping atau pemetaan pikiran adalah teknik pemanfaatan seluruh otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan. Mind mapping merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Tony Buzana, kepala Brain Foundation. Metode ini mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Catatan yang dibuat membentuk sebuah pola gagasan yang saling berkaitan dengan topik utama di tengah, sementara subtopik dan perincian menjadi cabang-cabangnya. Cabang-cabang tersebut juga dapat berkembang lagi sampai ke materi yang lebih kecil.
Alamsyah (2009 : 23) mengemukakan, ada 7 manfaat mind mapping dalam pembelajaran. Yaitu pertama, dapat melihat gambaran secara menyeluruh dengan jelas. Kedua, dapat melihat detailnya tanpa kehilangan benang merah antartopik, ketiga, terdapat pengelompokan informasi. Keempat, menarik perhatian mata dan tidak membosankan. Kelima, memudahkan kita berkonsentrasi. Keenam, proses pembuatannya menyenangkan karena melibatkan gambar-gambar, warna dan lain-lain. Ketujuh, mudah mengingatnya karena ada penanda-penanda visual.
Merujuk pada banyaknya manfaat yang sangat relevan dengan pembelajaran IPS di kelas 5B, guru menerapkan metode mind mapping dalam pembelajaran upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Dari empat macam mind mapping, yaitu pohon jaringan (network tree), rantai kejadian (events chain), peta konsep siklus (cycle concept map), dan peta konsep laba-laba (spider consept map). Guru memilih rantai kejadian (events chain) untuk diterapkan dalam pembelajaran kali ini. Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut : Pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan penjelasan singkat mengenai cara membuat mind mapping.
Selanjutnya siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk membuat mind mapping tentang materi upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia. Siswa bekerja dalam kelompok, saling bekerja sama, membantu dan mendukung. Guru mendampingi atau membimbing kelompok yang kesulitan menyelesaikan tugasnya. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugasnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan karyanya di depan kelas secara bergiliran. Kemudian guru bersama siswa membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah berlangsung. Terakhir, guru memberikan evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa.
Dari hasil evaluasi yang telah dikerjakan siswa, didapatkan nilai rata-rata 88,75. Sebanyak 18 siswa (90%) telah mendapatkan nilai lebih dari KKM dan 2 siswa (10%) masih dibawah KKM. Data ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil bejar siswa setelah guru menerapkan metode pembelajaran mind mapping pada mata pelajaran IPS. (mn2/lis)
Guru Kelas 5B SDN Jambu, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP