Hal ini biasanya terjadi karena anak sudah merasa takut dan tidak menyukai pelajaran matematika terlebih dahulu. Dengan tidak menyukai pelajaran matematika di awal membuat mereka enggan memahami materi dan ada beban pemikiran tersendiri.
Alat peraga adalah media alat bantu pembelajaran dan segala macam benda yang digunakan untuk memperagakan materi pelajaran. Menurut Siti Adha dkk, (2014: 19) alat peraga adalah satu di antara beberapa cara untuk untuk mengaktifkan siswa berinteraksi dengan materi ajar diperlukan suatu alat bantu yang disebut alat peraga.
Dalam interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka untuk mencintai proses pembelajaran. Pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan karena dengan menggunakan alat peraga siswa berpikir abstrak sehingga penggunaan alat peraga sangat diperlukan dalam menjelaskan dan menanamkan konsep pembelajaran matematika.
Sedangkan menurut Nana Sujana (2014: 99) alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Alat peraga di sini mengandung arti bahwa segala sesuatu yang masih bersifat abstrak lalu dikonkretkan untuk menjelaskannya kembali agar siswa lebih memahaminya.
Salah satu alat perga yang dapat digunakan dalam pelajaran matematika kelas rendah yang mudah dibuat dan digunakan adalah kartu bilangan. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kartu bilangan adalah kertas buffalo, spidol, lem kertas, papan, dan paku. Sementara alat yang digunakan adalah gunting atau cutter, penggaris, dan pensil. Adapun cara membuatnya adalah potong kertas buffalo yang berbeda warna dengan ukuran 5 cm x 7 cm serta lubangi bagian atasnya untuk memasukkan ke dalam paku.
Setelah kertas dipotong kemudian tulis berbagai angka mulai dari 0 sampai 9 pada kertas buffalo menggunakan spidol. Buatlah papan kayu kemudian paku sesuai jarak yang telah ditentukan dan tulis bagian bawah papan dengan satuan angka. Satuan angka pada kelas rendah cukup dumulai dari ratusan ribu, puluhan ribu, ribuan, ratusan, dan satuan. Setelah semua siap maka alat peraga kartu bilangan siap digunakan dalam pembelajaran matematika.
Adapun kelebihan penggunaan alat peraga menurut Sudjana (2002: 64) adalah menumbuhkan minat siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik serta memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya. Dengan menggunakan alat peraga kartu bilangan ini kita dapat mengajarkan berbagai materi matematika dengan menarik dan menyenangkan bagi siswa. Di antaranya mengurutkan angka, menentukan nilai tempat, dan membandingkan dua bilangan. Sebagai contoh pembelajaran menentukan nilai tempat suatu bilangan adalah dengan cara memberikan tebak-tebakan pada siswa.
Sebagai contoh : Aku adalah sebuah bilangan, angka 8 menempati tempat satuan dan ribuan, angka 6 menempati tempat ratus ribuan, angka 7 menempati tempat puluhan, angka 1 menempati tempat puluhan ribu, dan angka 4 menempati ratusan. Berapakan aku? Dengan permainan seperti itu anak akan merasa tertarik dan senang belajar matematika sehingga mereka merasa tidak terbebani dengan pelajaran tersebut.
Penggunaan media kartu bilangan merupakan salah satu pendekatan yang dapat dipilih dalam kegiatan pembelajaran.
Guru hendaknya selalu berusaha melakukan inovasi dalam mengelola pembelajarannya di kelas agar selalu berfikir ke depan dan berusaha melakukan yang terbaik, terutama dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa, melalui penggunaan media kartu bilangan yang bersifat inovatif.
Pemberian motivasi dan penguatan oleh guru perlu dilakukan melalui penggunaan media kartu bilangan. Ini sangat diperlukan dalam proses pembelajaran guna memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh. (pb2/lis)
Guru Kelas SDN 2 Kaliori, Kec. Karanganyar, Kabupaten Purbalingga Editor : Agus AP