Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Lab Maya Efektif Meningkatkan Motivasi BDR

Agus AP • Kamis, 2 September 2021 | 00:29 WIB
Latif Masjkuri, M.Pd.
Latif Masjkuri, M.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Salah satu hal yang menarik pada saat belajar IPA adalah ketika para peserta didik diajak melakukan kegiatan penyelidikan di laboratorium IPA. Namun dengan adanya bencana pandemi covid-19 sekarang ini, memaksa kegiatan belajar tatap muka sangat dibatasi, termasuk kegiatan praktikum di laboratorium harus ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut tentu saja merugikan guru dan peserta didik. Guru lebih sulit untuk memancing peserta didik membangun konsep-konsep materi pelajaran. Bagi peserta didik, ketiadaan kegiatan praktikum menyebabkan motivasi belajar IPA berkurang. Hal ini disebabkan mereka merasa jenuh hanya mendengarkan materi pelajaran secara abstrak atau hanya menyaksikan video pembelajaran saja, dimana mereka hanya bertindak pasif saja.

Virtual labs atau laboratorium maya merupakan serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak (software) komputer berbasis multimedia interaktif, yang dapat dioperasikan dengan komputer atau HP dan dapat mensimulasikan kegiatan pembelajaran di laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium IPA yang sebenarnya.

Kekurangan pembelajaran berbasis praktikum konvensional adalah alat dan bahan yang harganya relatif mahal, tidak semua materi IPA dapat diajarkan dengan metode praktik (dengan pertimbangan keamanan), serta banyak waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan alat dan bahan serta membersihkan dan menyimpan kembali peralatan praktikum. Selain itu guru juga harus mengeluarkan energi ekstra untuk mengawasi, membimbing dan memberikan penilaian aktivitas peserta didik.

Kelemahan laboratorium konvensional tersebut dapat dieliminir oleh virtual labs, yang setidaknya memiliki 6 kelebihan, yaitu: mengurangi keterbatasan waktu, mengurangi hambatan geografis, biaya lebih ekonomis, meningkatkan kualitas hasil percobaan, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran serta meningkatkan keamanan dan keselamatan peserta didik maupun guru.

Pada masa sekarang di mana pandemi corona memaksa peserta didik belajar di rumah, peranan virtual labs sangat penting karena peserta didik tetap dapat melakukan percobaan secara mandiri dari rumah masing-masing dengan waktu pelaksanaan percobaan yang fleksibel. Portal Rumah Belajar yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan menyediakan banyak konten virtual labs yang dapat dicoba oleh peserta didik, khususnya pada saat belajar dari rumah seperti saat ini. Konten tersebut dapat dibuka pada laman m.edukasikemdikbud.go.id.

Salah satu konten yang perlu dicoba adalah percobaan kacamata, yang merupakan salah satu karya penulis. Percobaan tersebut dirancang untuk peserta didik kelas VIII SMP semester genap mata pelajaran IPA materi alat-alat optik. Lab maya kacamata dilengkapi dengan kompetensi dasar, materi serta lembar kerja yang berisi petunjuk serta pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik.

Dalam melakukan percobaan tersebut, peserta didik dipandu dengan Lembar Kerja sehingga kegiatan percobaan dapat dilakukan peserta didik secara sistematis dan mandiri. Peserta didik dapat mengetahui ukuran daya kacamata yang diperlukan untuk membantu penderita rabun jauh maupun rabun dekat, dengan memasukkan data variabel titik jauh atau titik dekat mata pada tabel yang ada.

Data titik jauh atau titik dekat mata dapat dilakukan dengan meng-entry data melalui tabel atau menggeser-geser posisi pada gambar diagram yang disajikan. Peserta didik dapat mengeksplor data tersebut sebanyak-banyaknya sehingga dapat mengambil suatu kesimpulan yang lebih akurat dari percobaan tersebut.

Manfaat lain yang diperoleh, selain meningkatkan kompetensi pengetahuan peserta didik, juga mendukung program pemerintah untuk melakukan aktivitas yang positif di rumah. Dengan demikian laboratorium maya kacamata secara efektif mempunyai kontribusi dalam meredam penyebaran pandemi virus covid-19. (ipa2/ton)


Guru IPA SMP Negeri 42 Semarang Editor : Agus AP
#IPA #Guru SMP #Latif Masjkuri #laboratorium