Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengeksplorasi Batu Kerikil menjadi Sebuah Karya Patung

Agus AP • Jumat, 8 Januari 2021 | 05:00 WIB
Ria Irawan, S.Pd
Ria Irawan, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Aktivitas berkreasi bagi anak sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan berkreasi bisa berupa menggambar, menyanyi, membuat keterampilan dan aktivitas lainnya. Untuk membantu proses berkreasi perlu bahan-bahan yang bisa mendukung kegiatan tersebut. Bahan yang sering kita temui di sekitar lingkungan salah satunya berupa batu kerikil.

Materi pembelajaran Seni Rupa kelas IX bab dua adalah tentang seni patung. Seni patung merupakan karya seni rupa murni dalam wujud tiga dimensi. Pengertian patung menurut Soenarso dan Soeroto dalam bukunya ( 1996: 6), Seni Patung adalah semua karya dalam bentuk meruang. Berdasarkan pengertian di atas, bahwa segala bentuk karya yang meruang atau memiliki volume merupakan karya seni patung.

Hal senada juga disampaikan oleh Mayer (1969: 351), menambahkan bahwa seni patung berdiri sendiri dan memang benar-benar berbentuk tiga dimensi sehingga dari segi manapun kita melihatnya akan dihadapkan pada bentuk yang bermakna. Karya seni patung juga mempunyai makna tersendiri menurut pembuatnya.

Material berkarya seni patung bisa berupa bahan lunak, sedang, keras, bahan cor, dan bahan-bahan lainnya. Aktivitas pembelajaran Seni Rupa di kelas IX G SMP Negeri 1 Warungasem menggunakan material bahan keras yang berupa batu kerikil dengan bahan pelengkap lem bakar untuk merangkainya. Adapun alasan pemilihan bahan batu kerikil adalah dengan pertimbangan bahwa batu kerikil merupakan bahan yang mudah diperoleh di sekeliling kita. Dengan mengeksplorasi bentuk-bentuk unik batu kerikil akan merangsang daya kreativitas anak dalam berkarya seni patung.

Pada pembuatan patung dengan batu kerikil ini, teknik yang digunakan adalah dengan teknik assembling atau merakit menggunakan lem bakar untuk merekatkan tiap bagian-bagiannya. Adapun proses pembuatan patung dengan batu kerikil adalah sebagai berikut; Pertama, mencari batu kerikil sesuai dengan yang dikehendaki. Kedua, membersihkan dan mengeringkan batu kerikil. Ketiga, merangkai batu-batu kerikil tersebut menjadi karya patung sesuai dengan ide kreativitasnya. Keempat, mewarnai batu kerikil sesuai dengan karakter patung yang dirangkai. Kelima, penyelesaian akhir dengan menempatkan patung pada papan triplek dan diberi hiasan pendukung supaya lebih menarik.

Karya patung yang dihasilkan melalui eksplorasi batu kerikil sangat bervariatif, bahkan kita tidak mengira sebelumnya akan muncul karya-karya patung yang unik. Proses pembuatannyapun juga mengasyikkan dan peserta didik cenderung lebih kreatif. Peserta didik tanpa ragu-ragu menuangkan ide-ide kreatifnya dalam menyusun batu-batu kerikil menjadi sebuah karya seni patung. Patung yang dihasilkan peserta didik berupa patung hewan, patung tumbuhan, patung manusia, bahkan bentuk-bentuk abstrak yang unik dan menarik. Material batu kerikil yang biasa digunakan untuk campuran bahan cor jalan ataupun bangunan ternyata bisa menghasilkan sebuah karya seni patung yang unik dan menarik.

Berkreasi tidak harus mahal karena material sudah ada di sekeliling kita. Mengeksplorasi material sederhana justru akan memunculkan ide kreasi yang baru dan segar. Pembelajaran seni budaya pada khususnya merupakan basis utama untuk membangkitkan ide-ide kreativitas peserta didik. Pemberian tugas yang menuntut munculnya ide-ide segar akan menjadi stimulus kreativitas dan inovasi peserta didik, di mana kedua hal tersebut akan menjadi modal bagi peserta didik untuk berprestasi di masa yang akan datang. (ti2/ton)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Warungasem Kabupaten Batang Editor : Agus AP
#SMP #Seni Budaya