Guru harus mampu membaca situasi terkait kondisi siswa, melalui diagnosis awal untuk melalukan tindak lanjut strategi apa yang akan digunakan dalam pembelajaran yang cocok diterapkan untuk siswa dalam kegiatan belajar daring. Hal inilah yang menantang bagi guru untuk terus melakukan kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, salah satunya adalah dengan eksperimen. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Mengolah hasil samping dari serealia kacang-kacangan dan umbi menjadi produk pangan merupakan salah satu KD prakarya aspek pengolahan kelas VIII. Kulit singkong merupakan salah satu hasil samping dari umbi yang banyak ditemukan di sekitar tempat tinggal kita. Biasanya kulit singkong hanya digunakan untuk pakan ternak saja, namun kali ini dengan prakarya kita akan mencoba belajar bereksperimen mengolah kulit singkong tadi menjadi produk olahan makanan berupa keripik.
Adapun cara membuatnya dengan memilih kulit singkong yang berkualitas baik serta bukan dari singkong yang beracun. Ambil bagian putih dari kulit singkong, potong-potong persegi atau memanjang, kemudian cuci hingga bersih. Rebus kulit singkong yang dibumbui bawang putih dan garam yang sudah dihaluskan menggunakan panci presto agar lebih cepat lunak dan hasilnya lebih empuk. Setelah perebusan selesai, tiriskan dan tata sedemikian rupa pada wadah yang lebar kemudian jemur di panas matahari. Proses selanjutnya setelah kulit singkong kering bisa digoreng langsung, ataupun dicampur dengan tepung siap saji. Selain membuat olahan keripik dari hasil samping umbi ini, siswa SMPN 2 Kaliwungu Kabupaten Semarang, dapat belajar bereksperimen lagi dengan mengolahnya menjadi produk olahan pangan yang lain.
Dengan belajar melalui eksperimen diharapkan siswa dapat mengolah produk hasil samping umbi maupun hasil samping lainnya menjadi produk olahan pangan yang kreatif dan inovatif. Selain itu juga dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan jiwa berwirausaha dan kreatifitas siswa dalam mengolah produk pangan yang inovatif. Seperti yang diterapkan di SMPN 2 Kaliwungu, Kabupaten Semarang. (bw1/zal)
Guru Prakarya SMPN 2 Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Editor : Agus AP