Bagi siswa Matematika dianggap pelajaran yang paling sulit dan menakutkan, menjenuhkan dan sangat tidak menyenangkan. Oleh karena itu kewajiban para guru untuk menanamkan rasa senang terhadap pembelajaran matematika dengan memberikan rangsangan dan dorongan pada siswa. Salah satu cara diantaranya adalah pembelajaran matematika dengan media benda konkret yang sesuai dengan materinya.
Rendahnya penguasaan materi pembelajaran matematika diduga guru tidak tepat dalam penerapan metode mengajar dan tidak menggunakan alat peraga yang tepat yang sesuai dengan materi dan perkembangan siswa. Berdasarkan masalah di atas maka guru dalam menyampaikan pembelajaran harus menggunakan media benda konkret seperti buah-buahan, daun-daunan, batu, kelereng, sedotan dan lainnya.
Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran yang dapat dijadikan penyalur informasi belajar guna mencapai tujuan pembelajaran (Djamarah dan Zain 2016: 121). Sedangkan benda nyata atau benda sesungguhnya adalah suatu objek yang dapat memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari berbagai hal terutama menyangkut keterampilan tertentu (Ibrahim dan dan Sukmadinata, 2003: 129).
Media pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk membantu pembelajaran siswa Madrasah dalam belajar matematika diantaranya, benda-benda konkret atau benda nyata dan mudah didapatkan dan sering dijumpai di lingkungan sekitar. Seperti jagung, batu, lidi, kelereng dan sedotan. Benda-benda tersebut dapat dibawa ke dalam kelas untuk diamati ataupun bisa juga belajar di luar ruang kelas.
Dengan menggunakan media pembelajaran benda-benda konkret atau benda nyata ini, terlihat antusiasme belajar dari siswa sehingga dengan media pembelajaran benda-benda konkret atau nyata ini hasil belajar matematika siswa kelas 2B MIN 1 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2019/2020 meningkat. Selain itu siswa lebih aktif dalam pembelajaran matematika. (bp1/ton)
Guru MIN I Yogyakarta Editor : Agus AP