Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenang Pengalaman Pribadi dari Cerita Sejarah Sendiri

Agus AP • Rabu, 28 Oktober 2020 | 17:42 WIB
Siti Musrifah, M.Pd
Siti Musrifah, M.Pd
RADARSEMARANG.ID, PERISTIWA yang terjadi di masa lampau yang bersifat fakta dapat dijadikan sumber belajar bagi kehidupan di masa kini. Hal yang dapat dijadikan pembelajaran hidup tidak hanya berasal yang pernah kita alami saja, tetapi juga biasa kita dapatkan melalui pengalaman atau peristiwa yang dialami orang lain. Ada pepatah yang mengatakan bahwa

“Pengalaman adalah guru yang terbaik“. Peristiwa masa lampau dapat dipaparkan secara lisan ataupun tulisan. Peristiwa tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tulisan yaitu berupa teks cerita sejarah / novel sejarah.

Cerita sejarah / novel sejarah adalah cerita yang mengisahkan sebuah cerita fakta peristiwa manusia yang bersumber dari realita diri, yang menceritakan masa lampau, tentang sebab dan akibat. Cerita sejarah disusun berdasarkan data atau fakta yang objektif, penggambaran tokoh ditulis lengkap berdasarkan fakta, serta cerita kehidupannya disajikan sesuai dengan data atau fakta. Peristiwa sejarah tersebut disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat.

Pembelajaran teks cerita sejarah di SMA kelas XII Semester 1 ini ternyata dapat dijadikan sebagai sarana untuk menuangkan pengalaman pribadi, yang juga sebagai pengingat masa lalu yang pernah terjadi dalam kehidupan yang pernah dialami. Baik yang senang ataupun yang susah, peristiwa yang masih biasa/ sederhana sampai yang mewah / sukses atau sebaliknya ias kita tuliskan dalan teks cerita sejarah pribadi. Seperti yang ada di SMAN 1 Bandar, Batang.

Struktur penyusunan cerita / novel sejarah terdiri atas : Bagian Orientasi, bagian ini berisi gambaran umum tentang peristiwa yang diceritakan pada sebuah novel sejarah. Pada bagian ini merupakan gambaran garis besar yang akan diceritakan pada cerita sejarah.
Urutan peristiwa, bagian ini menceritakan kronologis peritiwa sejarah yang disusun secara urutan waktu. Komplikasi, bagian ini menyampaikan berbagai permasalahan yang menimbulkan konflik. Reorientasi, merupakan bagian penegasan ulang pada novel / cerita sejarah. Bagian ini bukan merupakan struktur yang harus ada dalam novel sejarah atau bersifat opsional artinya boleh ada boleh tidak. Dengan adanya struktur penyusunannya yang berurutan maka ceritanya akan mudah dipahami dan dimengerti sejarah kejadiannya, dan pada akhirnya cerita sejarah ini biasa digunakan untuk mengenang kembali peristiwa – peristiwa masa lampau yang telah terjadi yang merupakan kejadian fakta yang dialami pada diri seseorang. Selain itu unsur kebahasaan tidak ketinggalan perlu diperhatikan juga.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kejadian atau peristiwa yang nyata , yang terjadi pada diri seseorang pada masa lampau, dapat dituangkan dalam cerita / novel sejarahdengan mengikuti struktur penyusunan, kaidah kebahasaan yang sesuai sehingga dapat dijadikan sebagai sarana tempat untuk mengenang kembali peristiwa – peristiwa nyata masa lampau yang terjadi pada diri seseorang. Jadi marilah kita menyusun peristiwa – peristiwa yata yang terjadi pada diri kita dalam cerita / novel sejarah, untuk _ias dikenang di masa yang akan datang. (ips2/zal)


Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Bandar, Batang Editor : Agus AP
#Bahasa Indonesia #Cerita