Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tingkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dengan “Maju Mundur Cantik”

Agus AP • Selasa, 22 September 2020 | 20:18 WIB
Oleh : Dina Wijayanti, S.Pd.SD
Oleh : Dina Wijayanti, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, Matematika sering dianggap pelajaran yang sulit bagi sebagian besar siswa. Tak terkecuali bagi siswa kelas VI SDN Reban, Kabupaten Batang. Selain anggapan sulit terhadap matematika, guru sering menerangkan tanpa menggunakan alat peraga, sehingga siswa sulit memahami.

Hal ini terjadi pada pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Guru hanya menerangkan dengan metode ceramah, sehingga siswa hanya membayangkan secara abstrak dan tidak menguasai konsep. Kenyataan ini bisa dilihat dari hasil belajar yang diperoleh. Dari tiga puluh dua siswa, hanya tujuh siswa yang mencapai KKM.

Garis bilangan memudahkan untuk melakukan operasi hitung bilangan bulat, khususnya penjumlahan dan pengurangan. Bilangan bulat yang terletak di sebelah kiri bilangan nol diberi tanda negatif dan bilangan ini disebut bilangan bulat negatif. Bilangan bulat yang berada di sebelah kanan bilangan nol diberi tanda positif, tetapi kebanyakan tanda positif tidak dituliskan, dan bilangan ini disebut bilangan positif.

Sebagai solusi mengatasi kesulitan siswa dalam memahami penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, guru membuat alat peraga maju mundur cantik. Alat peraga ini merupakan pengembangan dari bentuk garis bilangan. Penggunaan alat peraga memiliki banyak keuntungan.

Menurut Syaodih (2014), salah satu keuntungan penggunaan benda konkret adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya dan melatih ketrampilan mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin alat indra.

Bahan pembuatan alat peraga adalah pipa, lem, spidol, boneka. Cara pembuatannya sangat mudah, pipa diberi bilangan bulat dengan jarak yang sama. Boneka dipasang pada pipa. Usahakan supaya boneka mudah digerakkan maju mundur dan dapat bebalik arah. Pipa dipasang dan di lem pada penyangga.

Sebelum menggunakan alat peraga maju mundur cantik, siswa harus dijelaskan aturan penggunaannya. Aturannya adalah sebagai berikut. Arah hadap boneka pertama kali adalah ke kanan. Bilangan bulat positif artinya boneka berjalan maju. Bilangan bulat negatif artinya boneka berjalan mundur. Penjumlahan artinya arah hadap boneka tetap. Pengurangan artinya boneka menghadap berbalik arah. Setelah jawaban ditemukan siswa harus menyebut kata “cantik” sebagai umpan balik karena jawabannya benar.

Sebagai contoh tujuh ditambah negatif enam. Posisi awal boneka di titik nol. Boneka berjalan maju sejauh tujuh langkah, sampai pada angka tujuh. Penjumlahan artinya boneka tetap menghadap ke kanan. Negatif enam artinya boneka berjalan mundur enam langkah dari angka tujuh. Posisi terakhir boneka pada angka satu. Siswa menyebut kata “cantik” sebagai tanda jawabannya sudah didapat. Jadi, tujuh ditambah negatif enam adalah satu.

Dengan alat peraga maju mundur cantik tentunya pembelajaran akan menjadi menarik dan menyenangkan. Siswa tertarik untuk mencoba dengan berbagai bentuk penjumlahan dan pengurangan. Guru menyediakan beberapa alat peraga. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari lima atau enam siswa. Siswa bergantian menggunakan alat peraga tersebut dalam kelompoknya.

Siswa merasa asyik bermain dan tidak merasa sedang belajar konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Pembelajaranpun tidak membosankan. Hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pun meningkat. Hampir semua siswa mendapat nilai di atas KKM.

Penulis dapat menyimpulkan bahwa penggunaan alat peraga maju mundur cantik dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar. Selain itu juga meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga belajar lebih menyenangkan. Jadi, alat peraga ini sangat tepat digunakan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. (pai1/lis)

Guru SDN Reban, Kabupaten Batang Editor : Agus AP
#Penjumlahan #MATEMATIKA