UNW Gelar SENAPRISMA, Dorong Kolaborasi Riset Multidisiplin Hasilkan Inovasi Berdampak

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:51 WIB

 

Rektor Universitas Ngudi Waluyo Prof Subyantoro saat menjadi narasumber di acara SENAPRISMA 2026 di Aula Iskak Soepardi UNW. Selasa (13/10).
Rektor Universitas Ngudi Waluyo Prof Subyantoro saat menjadi narasumber di acara SENAPRISMA 2026 di Aula Iskak Soepardi UNW. Selasa (13/10). 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran -Perkembangan teknologi yang pesat menuntut perguruan tinggi menghasilkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Universitas Ngudi Waluyo menggelar Seminar Nasional Pagelaran Riset Inovasi Sains Mahasiswa dan Akademisi (SENAPRISMA) 2026.

Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi riset multidisiplin untuk menghadapi tantangan era disrupsi.

Ketua Panitia, Abdul Rohman mengatakan SENAPRISMA memasuki tahun kedua. Tahun ini mengusung tema "Kreativitas Tanpa Batas, Kolaborasi Riset Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi di Era Disrupsi".

Tema tersebut relevan dengan perkembangan teknologi yang menuntut kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin.

Baca Juga: Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Alasannya

Tentunya riset diharapkan tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Berdampak dan bermanfaat tentunya bagi masyarakat,"ujarnya usai kegiatan SENAPRISMA 2026 di Aula Iskak Soepardi UNW. Selasa (13/10).

Sementara itu Rektor Universitas Ngudi Waluyo Prof Subyantoro menekankan pengembangan laman pengukuran kompetensi membaca kritis untuk mendukung deep learning pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ia mengembangkan LiterasiKan, aplikasi berbasis situs web untuk mengukur kompetensi literasi anak.

SENAPRISMA 2026 sendiri menghadirkan sejumlah guru besar lintas disiplin. Dari bidang ekonomi, Guru Besar Unissula Prof Olivia Fachrunnisa membahas riset ekonomi kewirausahaan melalui arsitektur hilirisasi multidisiplin untuk menghasilkan SDM berdaya saing global.

Ketua LPPM UNW Priyanto mengangkat strategi membangun ekosistem penelitian dan inovasi di perguruan tinggi. Ia menekankan perguruan tinggi perlu berperan sebagai penggerak inovasi melalui kolaborasi lintas disiplin.

Perspektif teknologi disampaikan Prof Nova melalui materi transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan riset multidisiplin.

Sementara Prof Achmad Fauzi Kamal membahas pengembangan hasil penelitian menjadi inovasi di bidang kedokteran melalui materi "From Research to Innovations in Medicine and Healthcare". Rangkaian kegiatan dilanjutkan pagelaran dan pameran hasil riset mahasiswa UNW serta sesi paralel presentasi riset.

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan akademisi diharapkan dapat memperluas kolaborasi dan menghasilkan penelitian yang berkontribusi nyata bagi masyarakat,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
Rektor Universitas Ngudi Waluyo Prof Subyantoro UNW Universitas Ngudi Waluyo