RADARSEMARANG.ID – Kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa adalah seorang remaja perempuan berusia 18 tahun asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang sempat dilaporkan hilang misterius selama lebih dari satu tahun sejak 25 Juni 2025 akhirnya ada titik temu.
Kasus hilangnya alumni Siswa MK Negeri 11 Semarang ini akhirnya menemui titik terang yang tragis pada awal September 2026, setelah kepolisian berhasil mengungkap bahwa ia menjadi korban pembunuhan.
Kisah pilu Mozza Axillia Gunarsa yang seharusnya mengenakan jaket almamater Universitas Diponegoro (Undip) kini tinggal menjadi simbol harapan tersisa bagi keluarganya.
Mozza Axillia Gunarsa seorang Remaja berusia 18 tahun itu dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Undip pada Juli 2025, namun ia tidak pernah mengetahui kabar tersebut karena telah lebih dulu menghilang dari rumah.
Setahun berlalu, keluarga pun masih menunggu kepulangannya. Sang ayah, Singgih (42) masih mengingat jelas pesan WhatsApp (WA) terakhir dari putri sulungnya.
Pesan sederhana itu menjadi komunikasi terakhir sebelum Mozza hilang kontak dan tak lagi diketahui keberadaannya.
Setelah menghilang secara misterius selama lebih dari satu tahun sejak Juni 2025, Mozza ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka manusia akibat dibunuh oleh teman dekatnya sendiri.
Pihak Polres Semarang bersama Tim Jatanras Polda Jateng berhasil mengungkap tabir gelap ini setelah menangkap pelaku utama berinisial MDVA (22) di Kabupaten Blora pada Kamis, 3 September 2026.
Berikut adalah fakta-fakta memilukan di balik kasus pembunuhan Mozza Axillia yang menggegerkan publik:
Kronologi Hilangnya Korban Mozza Axillia Gunarsa:
Pamit Antar Laptop Juni 2025: Mozza berpamitan kepada orang tuanya untuk mengantarkan laptop ke kawasan Makodam Semarang dengan mengendarai motor Honda Vario.
Ponsel Mati: Sejak hari itu, ponsel korban tidak aktif dan pihak keluarga langsung membuat laporan orang hilang ke kepolisian.
Temuan Dompet: Titik terang pertama sempat muncul saat dompet dan identitas korban Mozza Axillia Gunarsa ditemukan oleh tukang becak di Semarang Utara, namun keberadaan Mozza Axillia Gunarsa masih tetap misterius.
Jejak Digital di Instagram Bongkar Kedok Motif Pelaku MDVA
Misteri ini mulai pecah ketika orang tua Mozza Axillia Gunarsa berhasil membuka akun media sosial korban yang masih terhubung di perangkat rumah.
Polisi menemukan jejak komunikasi terakhir (Direct Message/DM) antara korban Mozza Axillia Gunarsa dengan pelaku, MDVA.
Setelah dilakukan penangkapan, pelaku akhirnya bernyanyi dan mengakui semua perbuatan bejatnya.
MDVA menghabisi nyawa Mozza Axillia Gunarsa pada hari yang sama saat korban dilaporkan hilang, yaitu pada 25 Juni 2025.
Jasad Terbungkus Karung di Jurang Tol Jangli
Pelaku menyembunyikan jasad korban di lokasi yang sangat sulit dijangkau.
Petugas kepolisian yang dipandu oleh pelaku menemukan kerangka manusia terbungkus karung di sebuah jurang dalam di lereng dekat Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.
Meskipun kondisi jasad sudah rusak total, pihak keluarga meyakini kuat bahwa itu adalah Mozza berdasarkan beberapa benda yang melekat:
- Jepit rambut bermotif bunga milik korban.
- Struktur gigi gingsul yang khas.
- Bekas tambalan gigi yang sesuai dengan rekam medis korban.
- Saat ini, tim forensik masih melakukan uji DNA untuk memperkuat bukti hukum.
- Sementara itu, pelaku MDVA terancam hukiman berat atas pasal pembunuhan berencana.
Penjelasan Polres Semarang
Polisi mengungkap Mozza Axillia Gunarsa (17), remaja perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang dibunuh tiga hari sebelum dilaporkan hilang.
Hal itu sebagaimana pengakuan pelaku pria berinisial MDVA (22).
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyebut pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025.
Sementara laporan kehilangan korban diterima polisi tiga hari setelah tindak pidana itu terjadi.
"Dari situ kita interogasi informasi awal, kita dapati bahwa yang bersangkutan itu diduga kuat melakukan tindak pidana yaitu pembunuhan pada tanggal 25 Juni 2025. Lalu kan laporan orang hilang itu itu kan 28 Juni 2025 ya, tiga hari setelah peristiwa," jelas Bodi.
Berdasarkan keterangan pelaku, Bodia menyebut, usai membunuh jasad korban dibuang di area di Tol Jangli, Kota Semarang.
"Dari situ kita laksanakan interogasi lebih lanjut. Yang bersangkutan, terduga pelaku ini menunjukkan lokasi di mana tubuh korban terakhir diletakkan yaitu di lereng Tol Jangli," ungkap Bodia.
Bodia menuturkan kasus ini masih dalam proses gelar perkara bersama Polrestabes Semarang dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Jateng. Hal ini dilakukan untuk menentukan pihak mana yang melakukan penanganan perkara.
"Kita sedang gelar perkara dengan Polrestabes dan Direktorat PPA untuk locus absolutnya kan sementara di Kota Semarang. Nah, ini kan penanganannya kewenangannya kepada satuan siapa itu yang perlu kami perjelas," ungkap Bodia.
Sebelumnya diberitakan, penangkapan pelaku dari hasil penyelidikan yang dilakukan dan menemukan titik terang beberapa minggu lalu. Akun Instagram korban masih tertaut di ponsel orang tuanya dan ada percakapan korban dengan pelaku.
"Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," ujar Bodia.
"Di situ itu ada beberapa komunikasi dengan terduga yang kita duga kuat merupakan seseorang yang berinteraksi terakhir dengan orang hilang tersebut ya," ujarnya.
Lewat bukti itu, polisi mendatangi sebuah rumah kos di Kota Semarang. Setelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah orang, muncul seseorang dengan inisial MDVA.
"Lalu dari situ kita telusuri, kita cari informasi, kita laksanakan penyelidikan sampai kepada sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang," terang Bodia.
"Dari situ kita laksanakan interogasi dengan pemilik rumah kos, dengan beberapa penghuni kos yang kita dapatkanlah sebuah nama dengan inisial MDVA," ujarnya.
Setelah melakukan pengembangan, pelaku diketahui adalah orang Blora. Setelah dua hari penyelidikan di Blora, polisi menangkap pelaku di rumahnya.
"MDVA ini kita laksanakan penyelidikan lagi merupakan warga Blora. Lalu pada tanggal 2 dan tanggal 3 kemarin kita melaksanakan penyelidikan di Blora. Tanggal 3 malam kita melaksanakan penyentuhan, kita amankan terduga yang berinteraksi terakhir," ujar Bodia.
Kita sedang gelar perkara dengan Polrestabes dan dari Propam PPA untuk locus absolutnya kan eh sementara di Kota Semarang.
Nah, ini kan penanganannya kewenangannya kepada satuan siapa itu yang perlu kami perjelas itu aja.
Suasana Rumah Duka Mozza Axillia Gunarsa
Kendati hasil DNA korban belum keluar, polisi menyatakan bahwa kerangka yang ditemukan di tebing jalan tol Jangli, Kota Semarang adalah Mozza Axillia Gunarsa (17).
Rumah duka korban pun mulai didatangi pelayat.
Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, mengungkapkan ada dua ciri yang begitu dikenali oleh ibu korban.
"Iya bisa dipastikan itu (kerangka adalah Mozza Axillia Gunarsa). Dari ciri gigi yang ditambal sama jepit rambut yang ditemukan itu sesuai seperti keterangan ibunya," ujar Sriniti Jumat (4/9/2026).
Selain itu, Sriniti menyampaikan bahwa pakaian yang turut ditemukan bersama dengan kerangka juga sesuai.
Ciri fisik berupa tinggi badan juga sama dengan Mozza Axillia Gunarsa.
"Pakaiannya sesuai dikenali sama ibunya, tinggi badannya juga sama," ujar Sriniti.
Di rumah duka, Dusun Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, banyak sekali pelayat yang sudah datang. Kursi-kursi dan tenda tarup juga telah dipasang.
Rumah Mozza berada di ujung gang buntu. Lantunan ayat-ayat Alquran juga terdengar.
Dua batu nisan Mozza juga telah disiapkan. Tertulis dalam batu nisan itu MOZZA AXILLIA GUNARSA BINTI SINGGIH GUNARSA, LH: 20 - 7 - 2007, WF: 4 - 9 - 2026.
Peti jenazah Mozza Axillia Gunarsa kemudian diangkat setelah salat jenazah. Hingga pukul 22.58 WIB, prosesi masih berlangsung.
Ketua RT 4 RW 1 Desa Gebugan, Suryanto menjelaskan Mozza Axillia Gunarsa akan dimakamkan di pemakaman setempat.
"Langsung dimakamkan malam ini di makam Sepringgitan, Dusun Gebugan, Desa Gebugan," ujar Suryanto, Jumat (4/9/2026). (fal)
Editor : Baskoro Septiadi