RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Persiapan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 atlet dayung Kabupaten Semarang masih terkendala minimnya fasilitas.
Setiap hari, para atlet berlatih menggunakan alat pinjaman. Meski keterbatasan sarana latihan tidak menyurutkan semangat atlet dayung Kabupaten Semarang dalam
mempersiapkan diri. Diketahui sejumlah peralatan meminjam dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Tengah.
Baca Juga: Pembalap Asal Ungaran Sapu Bersih Kelas NS250 Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series 2026
Latihan rutin di kawasan Danau Rawapening, Kecamatan Ambarawa pun juga masih terus dilaksanakan.
Kabid Sarpras Pengurus Kabupaten (Pengkab) PODSI Kabupaten Semarang, Koko Qomarullah, mengatakan peralatan latihan yang tersedia meliputi kano, kayak, hingga dragon boat atau perahu naga.
Namun, masing-masing jenis perahu hanya tersedia satu unit sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bergantian.
"Sehingga atlet harus menyesuaikan program latihan dengan ketersediaan peralatan. Kami ada perahu untuk latihan para atlet, mulai dari kano, kayak dan dragon boat. Tetapi masing-masing jenis hanya ada satu dan harus bergantian,"ungkapnya. Jumat (14/8).
Pada Porprov Jawa Tengah 2026, atlet dayung Kabupaten Semarang dijadwalkan turun di 20 kelas dari berbagai nomor yang dipertandingkan.
Keterbatasan sarana latihan pun menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, Kabupaten Semarang tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan cabang olahraga dayung.
Karena itu, para atlet dibebani target untuk mampu meraih medali emas di hadapan publik sendiri.
Koko menambah keterbatasan fasilitas sejauh ini tidak mengurangi motivasi atlet untuk mengejar target tersebut.
Selain latihan rutin, tim juga melakukan uji coba untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet. Para atlet juga baru saja mengikuti try out di Waduk Tempuran Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Menurutnya, try out tersebut untuk melihat perkembangan para atlet, baik secara fisik dan mental, serta penyerapan materi yang diberikan pelatih.
Baca Juga: Sheila On 7 Bawa Lagu Baru ke Semarang, Jangan Lewatkan Live Project 2026
Try out tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan atlet, baik dari sisi fisik maupun mental.
"Itu cuma ada satu-satu, sehingga kalau latihan tidak bisa bareng tapi harus bergantian. Para atlet setiap sore latihan di area Rawa Pening, kita akan ikut 20 kelas yang dipertandingkan. Tetap berusaha semaksimal mungkin, sehingga capaian medali emas,"imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang, Dody Prasetyo, menambah persiapan menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026 terus dilakukan.
Porprov Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026. Selain mempersiapkan kontingen, Kabupaten Semarang juga akan menjadi tuan rumah untuk 10 cabang olahraga.
Sepuluh cabor tersebut yakni arung jeram, voli pasir, voli indoor, dayung, tenis meja, biliar, grasstrack, paralayang, gantole, dan karate.
Persiapan kontingen antara lain dilakukan melalui tes fisik, program Pemusatan Jangka Panjang (PJP), try out, serta pemusatan latihan atau training camp (TC). Berbagai tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan atlet sebelum memasuki persaingan Porprov Jawa Tengah 2026.
"Secara berkala juga dilakukan monitoring capaian kegiatan latihan para atlet yang dipersiapkan untuk Porprov 2026,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi