RADARSEMARANG.ID, Ugaran - Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang mencatat telah terjadi 75 kasus kebakaran hingga awal Agustus 2026.
Lonjakan mulai terlihat sejak Juli yang didominasi kebakaran lahan. Tidak ketinggalan monitoring Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo Bawen menjadi atensi utama Damkar untuk melakukan antisipasi.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco mengatakan, selama Juli terjadi 27 kejadian kebakaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 kasus merupakan kebakaran lahan.
Sedangkan pada awal Agustus ini, ada lima kejadian kebakaran. Menurut Anang, meningkatnya kebakaran dipengaruhi kondisi cuaca panas pada musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Selain faktor cuaca, perilaku masyarakat juga masih menjadi penyebab utama munculnya kebakaran.
Baca Juga: Dokumen Palsu Berulang, Alarm bagi Keamanan Jalur Impor Indonesia
"Disini mulai tampak pada Juli paling banyak kebakaran lahan. Dari 27 itu, ada 15 kebakaran lahan. Cuaca panas membuat lahan lebih mudah terbakar. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang kurang hati-hati, termasuk aktivitas yang dapat memicu percikan api maupun gesekan ranting kering juga bisa menyebabkan kebakaran,"ungkapnya. Kamis (6/8).
Selain kebakaran lahan, kejadian kebakaran rumah juga mengalami peningkatan. Berdasarkan evaluasi Damkar, sebagian besar dipicu kelalaian penghuni, terutama lupa mematikan kompor atau tungku saat memasak.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran selama musim kemarau, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang terus berkoordinasi dengan BPBD serta damkar dari kabupaten sekitar dalam penanganan jika terjadi kebakaran berskala besar.
Seluruh kecamatan, 19 kecamatan, di Kabupaten Semarang menjadi perhatian terhadap potensi kebakaran. Selain kebakaran lahan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo juga menjadi atensi Damkar.
Pihaknya telah melakukan langkah pencegahan di kawasan TPA Blondo yang rawan terbakar. Petugas rutin melakukan penyemprotan pada titik-titik yang berpotensi memicu kebakaran dua kali dalam satu bulan.
"Kami mengerahkan satu unit mobil damkar dari Pos Bawen untuk melakukan penyemprotan rutin di TPA Blondo. Kegiatan ini dijadwalkan dua kali dalam sebulan sebagai upaya pencegahan,"lanjutnya.
Saat ini Damkar Kabupaten Semarang memiliki tujuh pos pemadam yang siaga selama 24 jam dengan dukungan sekitar 80 personel. Berdasarkan data Damkar, jumlah kejadian kebakaran tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2024 dengan lebih dari 230 kasus.
Pada 2025 jumlahnya turun menjadi 109 kejadian, sedangkan hingga awal Agustus 2026 sudah tercatat 75 kejadian kebakaran. Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan kering.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi