84 Masyarakat Terpapar HIV/AIDS Terima Bantuan Sosial

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:39 WIB

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah saat menyerahkan bantuan kepada pengidap HIV/AIDS di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Semarang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah saat menyerahkan bantuan kepada pengidap HIV/AIDS di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Masih sekitar 10 persen dari masyarakat yang mengidap HIV/AIDS di Kabupaten Semarang terima bantuan sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

Mereka yang merupakan kelompok rentan ini kerap menghadapi stigma sosial dan kesulitan memperoleh pekerjaan maupun penghasilan.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Melati, Sunaryo menyampaikan, sejak 1992 KDS Melati telah mendampingi lebih dari seribu pengidap HIV/AIDS.

Namun hingga kini, penerima bantuan sosial masih sangat terbatas. Diakuinya stigma negatif terhadap pengidap HIV/AIDS masih menjadi kendala besar.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening Konsisten Kawal Aspirasi Masyarakat 

Kondisi itu membuat banyak dari mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga membutuhkan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Baru sekitar 10 persen yang menerima bantuan sosial. Kami berharap para pengidap HIV/AIDS bisa masuk kelompok desil 1 sampai 4 sehingga berhak menerima bantuan pemerintah,"jelasnya. Rabu (5/8).

Dinas Sosial Kabupaten Semarang kali ini menyalurkan bantuan Pemenuhan Hidup Layak (PHL) dari Kementerian Sosial berupa sembako kepada 84 anggota masyarakat rentan masalah sosial.

Saat ditemui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah menjelaskan para penerima bantuan diantaranya adalah mantan pengguna Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza) dan Pengidap HIV/AIDS.

Adapun bantuan sembako program Pemenuhan Hidup Layak dari Kemensos RI itu disalurkan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Sentra Antasena Magelang.

Ada dua klaster yang menjadi sasaran kali ini adalah mantan pengguna Napza dan pengidap HIV/AIDS. Bantuan antara lain berupa 10 kg beras, 15 butir telur, 2 liter minyak goreng dan lima kaleng susu cair.

"Bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Kami menjalin komunikasi dengan para pendamping untuk mendapatkan data penerima yang tepat,"timpalnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
Dinas Sosial Kabupaten Semarang bantuan sosial HIV AIDS Kabupaten Semarang