Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Semarang Bagikan 15 Kaki Palsu

M

 


Advertisement

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah saat temani warga disabilitas mencoba kaki palsu di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Semarang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah saat temani warga disabilitas mencoba kaki palsu di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Sebanyak 15 kaki paslu dibagikan warga penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang. Bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Semarang 2026 tersebut memiliki nilai anggaran Rp 135 juta. 

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah saat ditemui mengatakan, masing-masing kaki palsu memiliki anggaran sekitar Rp 9 juta. Penyerahan sekaligus pemasangan bantuan dilakukan di Aula Kantor Dinsos Kabupaten Semarang. Proses pemberian bantuan diawali dari usulan masyarakat yang membutuhkan kaki palsu. Dinsos kemudian melakukan kunjungan dan pengecekan kondisi calon penerima sebelum melakukan verifikasi data.

Advertisement

Setelah penerima ditetapkan, Dinsos mendatangkan rekanan pembuat kaki palsu untuk melakukan pengukuran.

"Kaki palsu ini diberikan dibuat secara khusus atau custom sesuai kondisi masing-masing penerima. Sebulan yang lalu sudah dilakukan pengukuran. Hari ini orangnya dihadirkan lagi untuk pemasangan. Kalau ternyata ada yang tidak pas, saat itu juga diperbaiki oleh teknisinya,ungkapnya. Rabu (19/8).

Penerima bantuan merupakan warga yang mengajukan melalui petugas lapangan, terutama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Dari 15 penerima, dua orang berasal dari Kecamatan Bancak, tiga orang dari Pringapus, dua orang dari Suruh, dan dua orang dari Ungaran Timur.

Sementara dari Bergas, Pabelan, Kaliwungu, Ungaran Barat dan Ambarawa masing-masing terdapat satu penerima. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Semarang dalam membantu warga penyandang disabilitas agar dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.

"Warga yang telah disetujui kemudian mengikuti pengukuran oleh rekanan pembuat kaki palsu Difabelcare. Pada tahun ini Dinsos masih akan menyalurkan tambahan enam kaki palsu melalui anggaran perubahan. Tambahan tersebut diberikan untuk menindaklanjuti permintaan warga yang masuk ke Dinsos,"pungkasnya.

Sementara pada 2025 lalu, Dinsos Kabupaten Semarang telah menyalurkan 10 unit kaki palsu. Program bantuan serupa juga dipastikan tetap dianggarkan pada 2027 mendatang. Salah satu penerima bantuan, Mariyono 53 warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, mengaku bersyukur mendapatkan kaki palsu tersebut. Mariyono kehilangan fungsi kakinya setelah mengalami kecelakaan kerja. Setelah menerima dan mengenakan kaki palsu, ia tampak dapat berjalan dengan lebih normal.

"Kaki saya patah karena kecelakaan kerja. Terima kasih atas bantuannya melalui TKSK. Kaki palsu ini sangat membantu saya beraktivitas normal kembali,"ceritanya.(ria)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

199 Warga dengan Risiko Sosial di Kabupaten Semarang Terima Bansos

199 Warga dengan Risiko Sosial di Kabupaten Semarang Terima Bansos

Sebanyak 199 warga Kabupaten Semarang dengan kategori risiko sosial di Kabupaten Semarang menerima bantuan langsung dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Bantuan senilai Rp 1 juta

6.197 Penerima Bansos di Kabupaten Semarang Dicoret karena Terindikasi Judol 

6.197 Penerima Bansos di Kabupaten Semarang Dicoret karena Terindikasi Judol 

Ribuan warga Kabupaten Semarang penerima bantuan sosial Kementerian Sosial RI dinonaktifkan.Diketahui ada 6.197 penerima bantuan sosial dinonaktifkan. Hal ini dilakukan karena identitas penerima manfaat terindikasi judol

84 Masyarakat Terpapar HIV/AIDS Terima Bantuan Sosial

84 Masyarakat Terpapar HIV/AIDS Terima Bantuan Sosial

Masih sekitar 10 persen dari masyarakat yang mengidap HIV/AIDS di Kabupaten Semarang yang terima bantuan sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer