20 UMKM Disabilitas di Kabupaten Semarang Dapat Suntikan Modal, Dorong Kemandirian Ekonomi

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:36 WIB

 

Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas, menerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) senilai Rp 2,5 juta per orang. Para penerima merupakan pelaku usaha yang telah lolos proses verifikasi administrasi maupun survei lapangan.

Program bantuan UEP dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kabupaten Semarang ini bertujuan mendorong penyandang disabilitas agar semakin mandiri secara ekonomi melalui pengembangan usaha yang telah mereka jalankan.

Salah satu penerima bantuan, Sugeng (40), penyandang disabilitas asal Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, mengaku tidak pernah berhenti berkarya dengan merangkai bilah-bilah bambu menjadi kuda lumping. Kerajinan tersebut telah menjadi sumber penghidupan keluarganya selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Jangkau 109 Ribu Warga, Setya Arinugraha Minta Layanan Dokter Spesialis Keliling Terus Disempurnakan

Seluruh proses pembuatan dikerjakannya sendiri, mulai dari merangkai bambu, mengecat, hingga memasang batok kelapa sebagai pelengkap kerajinan khas kesenian jaran kepang. Berbekal modal awal hanya Rp 300 ribu, Sugeng kini mampu memproduksi sekitar 30 hingga 50 kuda lumping.

"Kalau satu hari biasanya dua sampai tiga kuda lumping. Yang pesan ya, untuk pementasan dari kelompok kesenian jaran kepang hingga mainan anak-anak," ceritanya, Kamis (30/7).

Bantuan UEP yang diterimanya akan dimanfaatkan untuk membeli kompresor, cat, dan bambu agar proses produksi menjadi lebih optimal sekaligus meningkatkan kualitas hasil kerajinannya.

Penerima lainnya, Mukholil (49), penyandang disabilitas asal Kecamatan Bancak, telah menekuni usaha pembuatan kursi rotan selama 26 tahun. Usaha yang dirintisnya dengan mod

al terbatas itu kini menjadi sumber penghidupan sekaligus melayani permintaan dari berbagai daerah, baik melalui penjualan langsung maupun secara daring.

Selama ini, keterbatasan modal membuat perkembangan usahanya berjalan lambat. Karena itu, bantuan yang diterimanya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi.

"Alhamdulillah, bantuan modal ini akan saya manfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi usaha," timpalnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan bantuan UEP diberikan kepada 20 penerima yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas. Seluruh penerima telah melalui proses verifikasi administrasi dan pengecekan lapangan sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 100 penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang yang menjalankan usaha secara mandiri. Namun, keterbatasan anggaran membuat bantuan belum dapat menjangkau seluruh pelaku usaha tersebut.

"Maka kami juga berterima kasih atas bantuan Dinas Sosial Provinsi, kemudian dari Sentra Antasena Magelang, juga Bank Jateng yang turut membantu permodalan dan lainnya," jelasnya.

Istichomah menambahkan, penerima bantuan disyaratkan belum pernah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Selain itu, mereka harus masuk dalam desil 1 hingga 4 serta memiliki usaha yang dinilai layak untuk dikembangkan.

Selama enam bulan ke depan, Dinas Sosial Kabupaten Semarang akan melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha para penerima bantuan. Apabila menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan, pemerintah akan mempertimbangkan pemberian tambahan modal sebagai bentuk dukungan lanjutan bagi pelaku usaha yang berhasil mengembangkan usahanya. (ria)

Editor : Baskoro Septiadi
Dinas Sosial Kabupaten Semarang Kecamatan Ambarawa Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang