Beban Target dan Penolakan Warga, 15 Petugas Sensus Ekonomi di Semarang Mengundurkan Diri

Maria Novena Sinduwara • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:38 WIB

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang Nur Ihklas.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang Nur Ihklas.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Lima belas petugas sensus ekonomi di Kabupaten Semarang mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut dilakukan ditengah perjalanan pekerjaan yang belum terselesaikan. Berbagai alasan ditemukan BPS Kabupaten Semarang atas mundurnya para petugas.

Salah satunya psikis beban di tolak saat menjalakan pekerjaan. Petugas sensus ekonomi di Kabupaten Semarang ada 1.065 petugas. Satu petugas mengerjakan 500 usaha atau keluarga dalam waktu satu setengah bulan. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang Nur Ihklas menceritakan dari total 19 kecamatan kegiatan door to door oleh petugas dalam pendataan sudah berjalan hingga 57 persen. Meskipun 15 petugas melakukan pengunduran diri Nur Ihklas beroptimis bisa terselesaikan sesuai jadwal.

Diakuinya juga dalam melakukan tugasnya para petugas cukup kesulitan. Penolakan dari masyarakat pun tak luput dari kegiatan pendataan. Sehingga target tidak terpenuhi.

Baca Juga: 4 Tips Merawat Honda Supra X 125 agar Tetap Awet dan Irit, Nomor 3 Sering Diabaikan

"Jadi dari 15 yang mengundurkan diri itu kebanyakan memang karena keinginan pribadi mereka yang tidak mampu memenuhi target. Jadi standarnya lumayan tinggi. Satu petugas menyeledaikan 500 usaha atau keluarga yang didata. Sedangkan namanya menjadi mitra bebas itu kan tidak gampang ketemu masyarakat. Mungkin masih ada yang ditolak,"ungkapnya saat ditemui. Senin (20/7).

Alasan para petugas mengundurkan diketahui ada yang keterima kerja di tempat lain, keterima kuliah, hingga beban mental. Diakuinya beban psikis akibat penolakan saat pendataan ditemui pada petugas sensus ekonomi di tahun 2026 ini.

Baca Juga: Jateng Makin Dilirik Investor, Peternakan Sapi Perah Senilai Rp1,2 Triliun Mulai Dibangun

Bahkan ada juga petugas sensus ekonomi tahun 2026 di Kabupaten Semarang sempat sakit hingga diopname saat mengerjakan pendataan ke masyarakat. 

Akibatnya pengunduran diri yang dilakukan petugas, BPS mengakui kerepotan. Pasalnya harus mengulang dari awal lagi, mulai pengrekrutan petugas baru mengadakan pelatihan lagi.

Para petugas yang mengundurkan diri pun diketahui belum bisa menerima honor. Karena sesuai dengan perjanjian belum satu bulan bekerja sehingga belum mendapatkan kompensasi. 

"Iya, harusnya dengan yang 15 tadi kita sudah somas go on, sudah on going, akhirnya kita ngelatih lagi kenalkan lagi dengan wilayahnya gitu. Kita optimis tidak ada keterlambatan. Karena kita punya perangkat namanya monitoring evaluasi per hari. Jika ada petugas yang pergerakannya lambat bisa langsung terlihat,"lanjutnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
BPS Kabupaten Semarang Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Semarang