Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

SPMB 2026 Hari Kedua di Kabupaten Semarang, Orang Tua Murid Masih Kesulitan Uplod Data

Maria Novena Sinduwara • Rabu, 3 Juni 2026 | 14:36 WIB

 

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono lakukan monitoring SPMB di SMP 3 Ungaran.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono lakukan monitoring SPMB di SMP 3 Ungaran.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Seleksi penerimaan murid baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang masih berjalan. Dihari ke dua Jawa Pos Radar Semarang melakukan pantauan meski dilakukan secara online masih banyak ditemui orang tua calon murid baru yang mendatangi sekolah untuk melakukan pendaftaran.

Meski telah mendaftar secara daring, peringkat calon murid pada sistem masih tercatat nol sehingga menimbulkan kekhawatiran. Kedatangan orang tua murid di ungkapkan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ungaran Miftakhul Jannah karena lokasi SMPN 3 Ungaran di perbatasan dengan Gunungpati Kota Semarang sehingga orang tua murid datang untuk membuat akun. Mereka mengajukan pembuatan akun untuk mendaftar ke SMPN 3 Ungaran.

Tidak hanya pembuatan akun, ditemui juga orang tua murid kesulitan untuk menguplod data. Saat sekolah melakukan verifikasi banyak ditemukan data yang diunggah tidam sesuai dengan calon murid yang mendaftar atau yang lebih parahnya lagi data capil seperti KK atau akte kelahiran yang tidak diupload. 

"Paling banyak pengajuan akun, karena kalau dari luar Kabupaten itu harus mengajukan akun dan pengajuan akun itu dilakukan di sekolah yang akan dituju atau didaftar. Tapi juga ada yang kesulitan untuk menguplod data kebanyakan orang tua belum mengerti terkait resolusi data yang memiliki ketentuan,"ungkapnya.

Baca Juga: Polres Salatiga Ungkap Jaringan Peredaran Sabu, Dua Pengedar Ditangkap dengan Barang Bukti 54 Gram

Meski demikian Miftakhul Jannah mengatakan tidak ada hambatan. Semua berjalan sesuai dengan regulasi. Senada Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 2 Ungaran, Suwardi mengakui, memang banyak orang tua calon murid yang datang ke sekolah. Sebagian besar menanyakan status pendaftaran yang belum terverifikasi.

Ia menjelaskan, proses verifikasi membutuhkan waktu karena seluruh berkas harus diperiksa satu per satu sesuai urutan pendaftaran. Karena itu, masyarakat diminta bersabar menunggu proses yang sedang berlangsung.

Apalagi, jumlah pendaftar yang cukup banyak sehingga verifikasi juga memerlukan waktu. Berdasarkan data website SMPB Kabupaten Semarang hingga pukul 12.45, jumlah pendaftar SMP Negeri 2 Ungaran sebanyak 438 calon murid jalur domisili.

Baca Juga: Komplotan Spesialis Pencuri Kantor Dibekuk Polres Salatiga, Sudah Beraksi di 15 Tempat

Dari jumlah itu, sudah terverifikasi 269 calon murid. Pada jalur afirmasi, jumlah pendaftar 103 calo murid dengan total yang telah diverifikasi sebanyak 70 calon murid.

Sedangkan, jalur prestasi, terdapat 275 calon murid. Sebanyak 104 diantaranya telah terverifikasi. Untuk jalur mutasi, jumlah pendaftar 12 calon murid, dengan dua orang telah diverifikasi. 

"Jumlah pendaftar cukup banyak sehingga verifikasi dilakukan secara bertahap. Otomatis harus antre sesuai urutan. Jadi, perlu kesabaran. Ada yang upload KK tidak sesuai nama. Foto tidak sesuai nama. Mungkin daftar lewatt sekolah, secara kolektif, pas upload salah ambil foto. Itu pengalaman verifikator, harus cek satu persatu jangan smpai salah verifikasi,"timpalnya.

Salah satu orang tua calon murid, Hantri Retnowati, warga Kalongan telah mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 2 Ungaran sejak hari pertama SPMB. Namun, hingga hari kedua ini status pendaftaran anaknya belum terverifikasi oleh sekolah.

Baca Juga: PIP Juni 2026 Kembali Cair, Siswa SD sampai SMA Bisa Dapat Bantuan Pendidikan, Berikut Cara Cek Nama Penerima Secara Online

Hantri mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, proses verifikasi masih dilakukan oleh pihak sekolah sehingga peringkat calon murid belum muncul pada sistem. Penjelasan tersebut sedikit meredakan kekhawatirannya yang sejak awal muncul karena status pendaftaran anaknya belum menunjukkan peringkat.

"Kami sudah daftar online, tapi belum terverifikasi. Anak saya jadi takut, saya sebagai orang tua juga khawatir. Makanya, datang langsung ke sekolah supaya lebih jelas," ujarnya saat ditemui.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono mengatakan, telah melakukan pemantauan ke sejumlah SMP selama pelaksanaan SPMB 2026.

Kendala yang paling banyak ditemukan selama proses verifikasi berkaitan dengan ketidaksesuaian data administrasi mulai dari perbedaan nama pada kartu keluarga dan akta kelahiran hingga kesalahan saat mengunggah dokumen. (ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#smpn 3 Ungaran #smpn 2 Ungaran #spmb kabupaten semarang #Kabupaten Semarang #ungaran