RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Tujuh belas Biksu Thudong dari Jepara disambut 300 umat Buddha di Vihara Sri Kukus Rejo Gunung Kalong Ungaran. Perjalanan thudong kali ini mengusung tema Walk for Peace.
Sekitar pukul 18.30 WIB rombongan sampai Vihara. Penyambutan Biksu Thudong seperti biasa dengan mencuci kaki para banteng dengan air bunga.
Salah satu Biksu Thudong yang melakukan perjalanan Aggacitto Thera mengaku perjalanan Biksu Thudong lokal ini menbawa misi perdamaian antar umat kemanusiaan.
Baca Juga: Kelompok Curanmor Indramayu Diringkus saat Beraksi di Semarang, Bawa Senjata Mainan
Ditengah gempuran perang yang terjadi dunia. Bante Aggacitto juga mengaku membawa misi untuk mengangkat kearifan lokal.
Karena selama ini yang diangkat selalu Borobudur kali ini Candi Sewu Klaten juga layak untuk dikenalkan.
Apalagi Candi Sewu juga memiliki usia yang lebih tua dibandingkan Candi Borobudur.
"Jadi, ini bukan ke Borobudur. Nah, ini khusus ke dalam negeri. Karena ini bantenya semua dalam negeri enggak ada luar negeri ya kita menuju ke Candi Sewu Klaten. Kami memilih di sana untuk melakukan upacara waisa,"katanya.
Bante Aggacitto pun juga mengaku medan yang ada cukup menguras tenaga. Sehingga menyebabkan selisih jam yang dijadwalkan. Ada juga yang sempat mriang, meski demikian tidak menyurutkan semangat para bante.
Ia juga mengaku kondisi 17 bante dalam kondisi sehat semua. Setelah para Bante dicuci kakinya ratusan umat Buddha berebut untuk mengambil air.
Mereka percaya dengan membasuh air tersebut capek, kaki pegal bisa sembuh dan selalu diberikan kesehatan seperti para Bante.
Sementara itu Pengurus Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Karbono mengatakan sesuai dengan tradisi umat Budha menyambut Biksu Thudong atau para Bante dengan membasuh air bunga dan umat mengabari bunga.
Untuk Senin (25/5) malam 17 Biksu Thudong menginap di Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong Ungaran. Sebelum istirahat 300 umat Buddha melakukan sembarang bersama para Bante.
"Ada 300 umat Buddha yang hadir. Ini sebagai wujud penghormatan kami, umat Buddha atas perjalanan spiritual dari para Biksu Thudong,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi