RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berikan ke 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang program revitalisasi.
Saat meresmikan bantuan revitalisasi satuan pendidikan di SMP Plus Al Ittihad Bringin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia Prof Dr Abdul Mu'ti mengatakan revitalisasi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Semarang ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Sesuai dengan janji Presiden Prabowo Subianto ditahun 2026 Mu'ti mengatakan ada 60 ribu satuan pendidikan yang akan direvitalisasi. Revitalisasi mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. Pada kesempatan itu pula Mu'ti melakukan tinjauan Tes Kemampuan Akademik di SMP Plus Al Ittihad Bringin. Dirinya sempat berdialog dengan siswa.
Baca Juga: Kasi Pidum Kejari Rembang Diperiksa, Diduga Peras Terdakwa Rp 140 Juta
"Tahun 2026 Insyaallah sesuai dengan janji Pak Presiden akan ada tambahan 60.000 satuan pendidikan untuk tahun 2026. Dan alhamdulillah tadi TKA juga berjalan lancar. Tidak ada kendala,"ungkapnya usai peresmian. Senin (13/4).
TKA sendiri dijelakan Mu'ti sebagai capaian pendidikan. Ditegaskannya TKA bukan penentu kelulusan. Namun sebagai tambahan menjadi salah satu aspek dalam penerimaan murid baru di jenjang pendidikan di atasnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang M Taufiqurrahman yang saat itu juga hadir untuk menyaksikan peresmian revitalisasi 45 satuan pendidikan mengatakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini tentunya sangat membantu.
Untuk Kabupaten Semarang ada 32 satuan pendidikan mulai dari TK, SD, dan SMP dengan nilai anggaran Rp 16,6 miliar. Taufiqurrahman menegaskan syarat utama penerimaan bantuan revitalisasi masuk dalam kategori rusah menengah bukan berat.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026: Senin 22 Juni 2026, Lokasi Stadion, Grup, Negara yang Bertanding
Secara rinci pihaknya mengatakan jika rusak berat masuk dalam rehabilitasi total. Pendataan pada bantuan revitalisasi ini selain masuk dalam kategori rusak menengah data juga harus terupdate di Data Pokok Pendidikan. Kemudian dilakukan penerimaan dari pusat verifikasi validasi. Kemudian baru muncul bantuan.
"Di Kabupaten Semarang tahun 2025 ada 32 baik itu TK, SD, SMP. Untuk 13 dari SMA/SMK,"jelasnya.
Taufiqurrahman menambahkan Pemerintah Kabupaten Semarang di tahun 2026 mengusulkan revitalisasi untuk TK 14, SD 102, dan SMP 14. Usulan tersebut masih dalam proses menunggu untuk kemudian di verifikasi oleh Kemendikdasmen.
"Mudah-mudahan nanti dinilai dari sana di verval, kemudian menjual bantuan,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi