Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Puluhan Lansia Mondok di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Banyubiru saat Ramadhan

Maria Novena Sinduwara • Kamis, 26 Februari 2026 | 17:49 WIB

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Biasanya pondok pesantren dihuni oleh remaja hingga dewasa. Berbeda dengan pondok pesantren lain di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang menjadi santrinya justru lansia.

Ada sekitar 85 lansia yang ikut mondok selama bulan Ramadan. Aktivitas mereka dimulai sejak pukul 02.00 WIB, diawali dengan salat tahajud bersama, santap sahur, hingga kegiatan pagi sampai malam hari.

Ada yang sengaja menginap selama 30 hari dan juga warga sekitar pondok pesantren yang memang sengaja ingin memperdalam ilmu agama saat Ramadhan.

Salah satu santri lansia asal Surakarta Winastuti 65 mengaku memang mencari pondok pesantren yang bisa menginap full. Ia mengaku pengalaman menjadi santri lansia di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Banyubiru Kabupaten Semarang memamg yang dirinya cari.

Tidak hanya mendapatkan ilmu keagamaan namun juga ketenangan hati dan pikiran dengan hidup diperkampungan yang dikelilingi alam. Dirinya yang sudah sejak satu tahun lalu ditinggalkan suami tercinta mengaku bingung ketika harus curhat.

"Anak sudah masing-masing sudah berkeluarga semua. Suami sudah meninggal, suka bingung mau cerita kesiapa. Sehingga saya cari-cari diinternet pesantren lansia dan ketemu ini. Disinikan banyak temannya setiap waktu diisi untuk ilmu keagamaan,"tuturnya. Kamis (26/2).

Dirinya juga mengakui meski yang dihadapi para lansia pelayanan hingga cara membimbing ketika ngaji atau kegiatan lainnya baik dan sabar.

Meski baru sepekan dirinya bergabung di pesantren lansia tersebut nenek lima cucu ini merasakan peningkatan dalam kebatinan yang membuatnya lebih termotivasi untuk beribadah.

Setiap waktu yang berputar dalam satu hari diisinya dengan mengaji, sholat, dan tadarusan.

Sementara itu Pengasuh Pesantren Lansia Raden Rahmat, Ahmad Winarno mengatakan ada 20 santri lansia yang memang menginap di pondok pesantren tersebut.

Sedangkan 65 lansia lainnya warga sekitar yang memang juga menjadi santri lansia.

Tantangan mengurus santri di usia senja tak jarang para santri kembali menunjukkan sifat kekanak-kanakan.

Bahkan ada juga dalam kondisi bet rest. Karena itu, pendamping yang merupakan siswa magang LPK yang akan diberangkatkan ke Jepang harus lebih sabar dalam menghadapi para santri.

"Kita ada 40 caregiver untuk membantu kakek nenek ini beraktivitas. Kegiatannya juga tidak hanya keagamaan kita juga ajak para santri lansia menanam cabai, terong juga kita ajak berteriak kasih makan kambing,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pesantren