Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Drainase Perumahan Puri Delta Asri 5 Ambles Sejak 2023

Maria Novena Sinduwara • Selasa, 17 Februari 2026 | 16:31 WIB

 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat tinjau jembatan ambles di Perumahan Delta Asri Ungaran Timur. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat tinjau jembatan ambles di Perumahan Delta Asri Ungaran Timur. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Jalan di Perum Delta Asri V RT 3, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, ambrol setelah diguyur hujan deras berintensitas tinggi pada awal Februari 2026.

Kerusakan diduga dipicu pecahnya gorong-gorong drainase sejak 2023 yang menyebabkan tanah terus tergerus hingga akhirnya runtuh.

Diketahui kerusakan pada drainase sudah ada sejak 2023 namun saat itu dinilai belum membahayakan.

Setelah berlalu dua tahun dengan dihantam air hujan, jembatan penghubung dengan panjang sekitar 20 meter, lebar tiga meter dengan kedalam empat meter ini ambles.

Tentunya aktivitas warga sekitar terhambat karena harus memutar jalan lain.

Ketua RT 3 Yogi Pratsetyo mengatakan sebelumnya warga sudah melakukan laporan ke pengembang dan dinas terkait.

Namun karena dinilai belum membahayakan belum ditangani. Disamping itu air terus mencari celah untuk jalan. 

"Sebenarnya jalan itu tidak jembatan, tapi memang jalan karena bawahnya tergerus. Air juga terus lewat, drainase base itu pecah. Tanah turun, akhirnya ambles. Kami khawatir longsoran makin melebar. Dari RT sudah laporan ke RW, lalu bersurat ke desa dan kecamatan. Bahkan ke bupati juga,"ungkapnya. Selasa (17/2).

Ditambah lagi sejak Februari awal intensitas hujan terus tinggi. Sehingga mudah untuk jalan tersebut ambrol.

Di Desember lalu jalan tersebut masih bisa dilewati walaupun hanya stapak untuk lewat motor. Yoga mengaku Gubernur Jawa Tengah menjanjikan adanya pembuatan saluran permanen. 

"Pak gubernur sudah ada respon untuk memperbaiki, sementara memang kemarin dijanjikan untuk dibuatkan saluran yang permanen yang baru. Nanti dari jalan ini akan dibuatkan saluran air yang baru yang lebih kokoh lagi, baru nanti ditutup,"lanjutnya.

Sementara untuk mengantisipasi longsor susulan dilakukan penanaman pancang bambu. Saat tinjauan di lokasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan mitigasi terkait bencanan.

Ia juga menegaskan tidak ada lagi yang boleh saling menyalahkan. Baik pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten dan masyarakat harus saling bahu membahu dalam rangka mengatasi suatu problem solving bencana alam. 

"Terkait perumahan yang di bawahnya ada gorong-gorong, Pusdataru dan PU sudah melakukan kajian. Saya minta jangan lama-lama, masyarakat sudah menunggu. Kalau sudah tanggap darurat ditetapkan bupati, otomatis seluruh OPD provinsi turun tanpa harus disuruh. Seluruh komponen masyarakat juga kolaborasi, kita bisa mengatasi pancaroba di wilayah kita dan hari ini tidak hanya Semarang ya. Nanti saya gerobohkan, kemudian Pemalang semuanya terdampak, dan oleh karena itu, kami menyadarkan kepada masyarakat untuk tidak henti-hentinya kesiapsiagaan,"ungkapnya usai tinjauan.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini pun mengaku sudah melakukan mitigasi bencana. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait potensi bencana yang ada di Jawa Tengah.

Jateng sendiri memang diakuinya rawan longsor, tanah bergerak, banjir, dan banjir rob. Aspek ini untuk melakukan pemetaan wilayah yang terdampak.

Secara rinci Luthfi mengatakan Jawa Tengah dicuaca saat ini sudah memetakan seperti tanah bergerak ada di Purbalingga, Tegal, Brebes termasuk Banjarnegara.

Kemudian rawan banjir ada di Pati hingha daerah pantura. Rawan banjir rob ada di Pekalongan.

"Jadi, seluruh daerah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Penanganannya pun berbeda-beda. Oleh karena itu, kita harus cepat tanggap,"pungkasnya.

Sementara itu Plt DPU Kabupaten Semarang Danang Eko menambahkan pihaknya masih terus melakukan kolaborasi bersama DPU provinsi Jateng. Ia juga menyampaikan terkait dengan penganggaran dialokasikan di provinsi.

"Mungkin kita bantu assessment pendampingan teknis, namun terkait anggaran belum. Berapanya juga kemungkinan hasil assessment terkait dengan kondisi saat ini nanti. Kondisi saat ini kita baru memfusionalkan, kami akan segera koordinasi dengan PU provinsi,"jelasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#ambrol #hujan deras #ungaran