RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Warga keluhkan pelayanan di Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang. Selain petugas yang judes di bagian registrasi, ada etiket obat untuk pasien yang salah.
Kejadian tersebut dirasa mengkhawatirkan untuk keselamatan pasien yang membutuhkan kesembuhan. Hal tersebut ramai di media sosial instagram.
Salah satu akun @ambarawa_terkini mengunggah foto dengan caption seorang warga mengeluhkan bungkus obat orang tuanya yang tertulis atas nama pasien lain. Untungnya isi obat tetap sesuai resep dokter.
Positingan tersebut juga ditambah dengan puluhan komentar pedas dari para netizen terkait pelayanan puskesmas.
Seorang warga Kranggan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Gibran Arif Wahyuhidayat, 21, mengatakan ibunya yang bernama Ayu Paramita Rahmawati, 54, pada Selasa (19/8) memeriksakan diri ke Puskesmas Ambarawa. Ibunya yang saat itu sakit gigi dan pergi ke puskesmas Ambarawa.
"Ibu mengalami sakit gigi hingga menganggu pola makannya. Saat periksa mendapat penjelasan tidak bisa dicabut karena tensi tinggi," ungkapnya saat dihubungi. Jumat (22/8).
Setelah mendapat perawatan dan ke Poli Umum, lalu mengantre obat. Ada tiga obat yakni tensi, nyeri, antibiotik.
Mengetahui ada kesalahan tersebut, dia pun ke Puskesmas Ambarawa. Setelah sampai di puskesmas, petugas langsung minta maaf.
Gibran juga mengatakan ada kekhawatiran, selain soal obat, bisa juga pasien yang satunya membutuhkan sesuai dosis atau mungkin alergi.
"Petugas langsung minta maaf saat kami sampai sana. Kami khawatir kalau salah obat bisa berakibat fatal, petugas harus lebih teliti agar kejadian ini tidak terulang karena bisa merugikan pasien,"lanjutnya.
Gibran mengungkapkan, secara umum pelayanan di Puskesmas Ambarawa bagus. Hanya saja Gibran mengeluhkan sikap petugas registrasi karena dianggap judes.
"Kalau ditanya terkait kritikan untuk petugas registrasi yang diperbaiki karena sengak,"katanya.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Dwi Saiful Noor Hidayat menjelaskan terkait kejadian kesalahan etiket obat untuk pasien Puskesmas Ambarawa.
Menurut Saiful, saat mengantre obat, petugas telah memanggil nama pasien Ayu Paramita. Namun setelah dipanggil beberapa kali tidak maju, obat ditaruh di dekat loket. Petugas lalu kembali meracik obat untuk pasien lain.
"Saat petugas kembali ke bagian depan, obat yang didekat loket sudah tidak ada. Petugas lalu memeriksa dan menyadari ada kekeliruan saat pengambilan obat tersebut,"katanya.
Kemudian, petugas berusaha menelepon Ayu Paramita Rahmawati, selaku pasien yang mengambil obat.
Karena tidak mendapat respons, petugas Puskesmas Ambarawa pergi ke rumah Ayu Paramita.
Syaiful mengatakan saat hari kejadian ada tiga obat, yang pertama dan kedua benar nama pasien yang bersangkutan.
Sementara untuk obat yang ketiga atas nama pasien lain. Menurut Saiful, kedua pasien memiliki sakit dan obat yang sama.
Namun, kejadian ini menjadi pembelajaran agar petugas medis selalu teliti dan kejadian salah etiket obat tidak terulang lagi.
Saiful menegaskan bahwa petugas puskesmas harus melakukan dua kali verifikasi agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi dalam penyerahan obat.
"Petugas menjelaskan soal kejadian tersebut, dan disampaikan pula etiket obat yang salah sudah diberikan ke anaknya. Lalu obat diganti sesuai dengan pasien,"pungkasnya. (ria)
Editor : Baskoro Septiadi