RADARSEMARANG.ID - Dibalik kemegahan serta destinasi wisata yang melimpah, Gunung Ungaran menyimpan banyak hal dibaliknya.
Jika kita mengenal gunung ini sebagai salah satu gunung incaran para pendaki yang ingin mengunjungi Semarang.
Atau karena cerita rakyat yang mengisahkan gunung ini memiliki kaitan dengan epos Ramayana yang begitu terkenal sebagai petilasan Dasamuka, raksasa yang diceritakan ditimbun oleh Hanuman di gunung ini.
Gunung yang sudah lama tertidur dari aktivitas vulkaniknya tersebut juga menjadi rumah bagi banyak spesies khas endemik Pulau Jawa.
Beberapa diantaranya merupakan spesies yang hanya dapat ditemukan di gunung ini dari seluruh dunia.
Di gunung ini terdapat beberapa jenis fauna yang cukup beragam jenisnya dari mamalia, seperti kijang, luwak, babi hutan, trenggiling hingga dikabarkan ada beberapa tanda keberadaan macan tutul jawa.
Dan dari jenis unggas (aves) gunung ini memiliki beberapa jenis unggas yang kerap terlihat seperti elang jawa, alap-alap, raja udang, kutilang, elang bondol dan berbagai jenis ayam hutan.
Sedangkan dari jenis reptilia dan amfibi, ada satu jenis katak langka yang merupakan spesies satu-satunya di dunia dan hanya dapat ditemukan di Gunung Ungaran.
Katak ini merupakan subspesies dari katak pohon, yakni jenis katak yang hidup di pepohonan hutan hujan yang basah, spesies jenis ini berekosistem di hutan yang lembap, cocok dengan iklim di Gunung Ungaran.
Memiliki nama Katak Pohon Jacobson, atau lebih dikenal oleh kalangan peneliti dengan sebutan Philautus jacobsoni, salah satu katak paling sulit ditemukan di dunia.
Keberadaan katak pohon ini berawal dari temuan peneliti pada tahun 1930-an dan bukti spesimen aslinya masih dapat ditemukan di Naturalist Biodiversity Center, Leiden, Belanda.
Sejak saat itu, keberadaan katak ini masih belum mampu diperkirakan keberadaannya lagi, para peneliti belum mampu mengukur perkiraan jumlah populasi katak ini secara pasti.
Baca Juga: Bangkit dari Kepunahan, Ikan Asli Indonesia ini Ditemukan Lagi Setelah Dinyatakan Hilang Tahun 1851
Sehingga IUCN memasukkan spesies katak ini kedalam daftar merah spesies yang berada di golongan Critically Endangered (Hampir Punah) ataupun ada kemungkinan punah atau Possibly Extinct.
Pada tahun 2010, dalam projek pencarian spesies katak yang hilang, Universitas Negeri Semarang dibawah tim M.Kusrini dan M.Munir tidak berhasil menemukan spesies katak pohon jacobson di hutan Gunung Ungaran.
Karena catatan yang hampir tidak ada di masa kini, para peneliti masih memiliki harapan tentang keberadaan katak ini dengan memperkirakan jumlah minimal paling tidak masih ada kurang lebih 50 individual dewasa yang masih hidup.
Jika pun masih ada sisa dari spesies katak asli Ungaran ini, diperkirakan mereka juga mengalami kesulitan dalam bertahan hidup karena semakin kurangnya lahan habitat yang mereka diami.
Source: IUCN Redlist, UK INaturalist, Amphibia Web.
Editor : Baskoro Septiadi