Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peternakan Amphibi Terbesar di Jateng Ada di Kabupaten Semarang, Reptile Zoy Kembangbiakkan 7 Jenis Kodok Termasuk Tomatto Frog yang Paling Langka

Nurfa'ik Nabhan • Minggu, 7 April 2024 | 18:08 WIB
Aldi Tri, owner Reptile Zoy memperlihatkan beberapa jenis kodok yang ada di peternakannya
Aldi Tri, owner Reptile Zoy memperlihatkan beberapa jenis kodok yang ada di peternakannya

RADARSEMARANG.ID, Pringapus - Di Kabupaten Semarang, tepatnya di Kecamatan Pringapus terdapat peternakan kodok berbagai jenis terbesar di Jawa Tengah.

Peternakan tersebut yakni Reptile Zoy yang berada di Dusun Krajan, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus.

Peternakan amphibi tersebut berbentuk sebuah bangunan dengan terdapat beberapa ruangan.

Di ruangan tengah dan yang paling luas terdapat beberapa aquarium yang berisikan anakan kodok serta newt atau salamander. Di dua ruangan lainnya berisikan puluhan gecko dan ular. 

Kemudian di bagian belakang terdapat ruangan untuk kodok pemangsa serta tempat pengembangbiakan tikus untuk stok makanan. 

Owner Reptile Zoy, Aldi Tri menceritakan awal mengembangkan peternakan tersebut berawal dari ia membelikan kodok untuk adiknya di tahun 2021.

Tetapi adiknya tidak suka dengan kodok tersebut sehingga ia jual lagi. Bahkan kebiasaan jual beli kodok tersebut menjadi kebiasaan dan menjadi sebuah kesukaan.

"Karena udah bosan di jual beli dan pengen di tantangan baru. Tahun 2022, saya mencoba untuk melakukan breeding dan ternak," katanya.

Di tempat milik Aldi, terdapat sekitar 7 jenis kodok yang dikembangbiakkan. Diantaranya Ceratrophrys Cranwelli atau kodok Pacman, Cratrophys Ornata, Blue Dumpy dari Australia, Green Dumpy, Chubby Frog, Budgett Frog, Pixie Frog, East Edible Frog, dan Tomatto Frog. 

"Kalau disini yang paling langka disini itu Tomatto Frog dan bentuk dan warnanya seperti tomat," ujarnya.

Ia mengaku dalam proses pemeliharaan dan breeding kodok-kodok tersebut harus telaten. Bahkan dalam proses penggantian air dan saat pemberian makan perlu diperhatikan karena bisa menjadi kanibal.

"Jadi misal kita jadi 500 kecebong kalau kita tidak telaten bisa jadi 50 kodok saja," lanjutnya.

Anakan East Edible Frog yang ada di Reptile Zoy
Anakan East Edible Frog yang ada di Reptile Zoy

Selain itu, kadar PH dan TDS air juga perlu diperhatikan dan selalu dicek. Pasalnya jika PH terlalu tinggi akan mengakibatkan kecebong bisa mabuk dan mengambang bahkan mengakibatkan kematian.

"Tetapi kalau kecebong ini jadi kanibal mereka masih hidup, tetapi mereka kanibalnya misal cuma kakinya saja yang dimakan. Sehingga nantinya mereka jadi cacat ketika sudah menjadi kodok dan tidak bisa dijual," jelasnya.

Bahkan saat sudah menjadi kodok juga perlu diperhatikan kebersihan kandang dan suhu ruangan. Suhu ideal untuk pemeliharaan kodok harus di suhu 26-28 derajat. 

"Karena misalnya kodok Pacman itu kalau habis buang air besar itu mereka akan pindah. Kalau kotor kandangnya, mereka akan nabrak-nabrak dinding kandangnya dan bisa mengakibatkan mulut pacman bisa cacat," ungkapnya.

Ia mengaku pernah mengalami kegagalan saat melakukan breeding karena melakukan kesalahan. Seperti tidak melewati hibernasi dan asal campur kodok yang mengakibatkan mereka menjadi kanibal.

"Jadi mereka sebelum kawin harus hibernasi satu hingga dua bulan," katanya.

Selain ada kodok, Aldi juga mengembangbiakkan newt atau Tylototriton Shanorum. Berbagai corak dapat ditemukan dalam jenis hewan yang satu ini, namun jenis yang dimiliki Aldi jenis yang ditemukan di Myanmar.

Ya g perlu diperhatikan dalam merawat seekor newt adalah pola makan. Jika telat memberikan makan maka dari umur kecil sudah naik ke darat.

"Jadi dari axolotl ke remaja newt itu di full darat, habis dari remaja newt masuk musim kawin dia masuk di air lagi. Sekali bertelur mereka bisa 50 bahkan paling banyak 300 ekor," ujarnya.

Aldi menyebutkan untuk pemasaran yang dilakukan sepenuhnya di online, diantaranya di media sosial serta E-Commerce.

Untuk newt yang dewasa dijual dengan harga Rp 2,5 juta per ekor, untuk larva hanya Rp 100 ribuan, dan kalau sudah diumur tiga bulan itu udah Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

Sedangkan untuk kodok dijual dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta sesuai dengan jenis dan ukuran.

Selain kedua jenis hewan tersebut, di Reptile Zoy juga terdapat beberapa gecko dengan jenis Leopard Gecko. Serta juga melakukan breeding jenis-jenis ular Colubriade seperti Milk Snake dan King Snake. (nun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#salamander #Newt #Amphibi #PETERNAKAN #Kabupaten Semarang #kodok