Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jalan dan Saluran Air Bersih Terputus Akibat Banjir Bandang di Tengaran Kabupaten Semarang, 2 Mobil dan 5 Motor Juga Terjebak

Nurfa'ik Nabhan • Rabu, 6 Maret 2024 | 20:41 WIB

Kondisi jalan menuju Desa Regunung dari Dusun Kragilan yang terputus akibat tergerus banjir bandang. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang
Kondisi jalan menuju Desa Regunung dari Dusun Kragilan yang terputus akibat tergerus banjir bandang. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang
  

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Jalan Dusun Kragilan, Desa Regunung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang putus akibat diterjang banjir bandang Selasa (5/3/2024). Akibatnya 2 mobil dan 5 motor terjebak tidak bisa keluar karena jalan terputus.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang Rabu (6/3/2024), saat ini di sekitar jalan yang terputus tengah dilakukan pembersihan. Di lokasi juga terdapat dua rumah warga dan satu masjid tertutup lumpur.

Beberapa warga dengan dibantu personil Koramil 06/ Tengaran tengah melakukan pembersihan.

Berdasarkan keterangan warga banjir kemarin setinggi satu meter dan lumpur setinggi betis orang dewasa.

Kadus Kragilan, Jupri mengatakan kejadian terjadi kisaran pukul 16.30 saat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Tengaran.

Kemudian luapan air sungai dari wilayah atas meluap dengan cepat dan mengakibatkan banjir bandang. "Kemarin posisinya terdapat empat orang di lokasi kejadian," ujarnya.

Banjir bandang tersebut banyak berdampak pada wilayah Dusun Kragilan khusunya wilayah bagian bawah. Diantaranya banjir menghancurkan pemasangan tanggul di pinggir sungai.

"Kemudian yang paling vital, banjir juga memutus jalur air bersih untuk air minum sekitar 229 KK sehingga mengakibatkan mati total," bebernya.

Selain itu jalan penghubung menuju Desa Regunung terputus sepanjang 20 meter dengan lebar 4,5 meter dan kedalaman tujuh meter. Dan jalan tersebut merupakan jalur pertanian dan peternakan.

"Dan disini ada dua mobil dan lima motor yang terisolir tidak bisa lewat akibat jalan putus," jelasnya.

Lahan pertanian milik warga seluas empat hektare terendam dan tertutup lumpur. Karena kebanyakan area pertanian berada di hilir sungai.

Sementara itu, salah satu warga yang terdampak, Ribut Waidi mengatakan tambak lele miliknya juga ikut terdampak. Dimana terdapat lima kolam lele dan setiap kolamnya berisi 15 ribu hingga 20 ribu ikan lele.

"Padahal sudah siap panen untuk ikan lele namun ikut terbawa arus banjir bandang. Kira-kira kerugian sekitar Rp 100 juta lebih," tandasnya.

Banjir bandang kemarin ketinggiannya sekitar lima meter dari dasar sungai. Dan disaat meluap ketinggiannya sekitar satu meter.

Ribut mengaku wilayah Dusun Kragilan sering terkena banjir, namun banjir bandang kali ini merupakan yang paling parah. Bahkan dari sembilan tahun yang lalu ini yang paling besar banjirnya. 

"Dan ini dari pagi pukul 08.00 WIB dari personil Koramil Tengaran yang dipimpin Peltu Sugiri dan masyarakat membantu untuk membersihkan lumpur di sekitar rumah warga dan masjid," pungkasnya. (nun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#jalan terputus #Banjir Bandang