RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pelaksanaan pemilihan umum di Lapas Kelas II A Ambarawa berjalan dengan lancar Rabu (14/2). Dimana terdapat dua TPS khusus yang berada di dalam area lapas yakni TPS 901 dan 902.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, sejak pagi para warga binaan sudah mulai mengantri untuk menyalurkan hak suaranya.
Jumlah total yang ikut dalam pemilu di Lapas Ambarawa sebanyak 491 orang yang terdiri dari 436 warga binaan dan 28 karyawan atau petugas lapas.
Ketua KPPS TPS Khusus 901, Reza Aulia Kurniawan mengungkapkan jumlah DPT di TPS 901 terdapat 95 pemilih dan DPTb terdapat 114 pemilih.
Sedangkan untuk jumlah DPTb surat suara dari TPS luar sebanyak 32 pemilih. "DPT B surat suara dari TPS luar ini ada warga binaan yang kekurangan surat suara kita ambilkan dari TPS luar," ungkapnya.
Sistem tersebut berbeda dengan sistem pemilu sebelumnya dimana jika terdapat kekurangan surat suara maka KPU akan menarik surat suara yang ada dan di masukkan ke TPS khusus tersebut.
Namun sistem yang baru ini jika ada kekurangan maka akan diakomodir oleh TPS-TPS yang ada di luar TPS khusus.
"Jika TPS yang di luar TPS khusus kelebihan surat suara maka itu yang akan diakomodir untuk menutup kekurangan surat suara di TPS khusus," ujarnya.
Untuk pembinaan bagi warga binaan sudah dilaksanakan tujuh hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara.
Dan pihaknya bekerjasama dengan KPU Kabupaten Semarang untuk melakukan sosialisasi terkait dengan pencoblosan.
"Kalau kemarin waktu disosialisasi warga binaan mengaku sudah paham dan sudah mengerti. Tapi kita tidak tahu apakah saat mereka sudah sampai bilik apakah kebingungan atau tidak," katanya.
Baca Juga: Pantang Golput di Pemilu 2024, Pasien Rawat Inap RS Elisabeth Semarang Tetap Semangat Nyoblos
Di sisi lain, Ketua KPPS TPS khusus 902, Maksudi menyampaikan untuk DPT terdapat 104 pemilih dan DPTb terdapat 80 pemilih. Sedangkan untuk DPTb surat suara luar berjumlah 38 orang.
"Selama pelaksanaan pemilu di lapas ini kita juga dipantau dan disaksikan oleh petugas pengawas TPS dan beberapa saksi serta pengamanan dari linmas," terangnya. (nun/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi