RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Beberapa ruas jalan di Kota Ungaran dan sekitarnya tergenang air akibat luapan air sungai Senin (5/2).
Hal tersebut diakibatkan oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang sejak sore.
Beberapa informasi yang didapatkan dari warga, akses jalan menuju Pringapus melalui jalur perkebunan Ngobo tidak bisa dilalui. Karena tembok pembatas proyek pembangunan salah satu kampus tidak bisa menahan debit air.
Akibatnya air bercampur lumpur berwarna coklat dengan deras mengalir. Untuk sementara jalan menuju ke Pringapus dialihkan lewat Watu Gajah.
Sementara itu, ruas jalan di Tambakrejo, Kelurahan Tambakboyo, Ambarawa juga tergenang air dari luapan air sungai. Meskipun tidak tinggi, namun cukup mengganggu lalu lintas.
"Ini di sekitaran Tambakboyo air sudah sampai ke jalanan tepatnya arah ke Bugisan," ungkap salah satu warga Tambakboyo, Nicolas Ananda.
Tidak hanya itu, di wilayah bergas tepatnya di depan Pasar Karangjati juga tergenang oleh air. Dan air juga sempat menggenangi SMA Bergas karena salah satu tembok sekolah jebol.
Begitupun ruas jalan Sidosari, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur beberapa kali tergenang oleh air.
Yang mengakibatkan beberapa pengguna sepeda motor berpikir ulang untuk melewati genangan tersebut.
"Tadi ada yang coba lewat tapi pas ditengah-tengah jalan akhirnya motornya mati karena cukup dalam genangannya," ujar salah satu pengendara, Amin Fajar.
Ia mengaku lebih baik menunggu sebentar jika nanti sudah sedikit surut baru melanjutkan perjalanan. Karena kedalaman genangan air hampir se ban motor.
"Ini paling saya muter saja, dari pada trabas terus motornya mati," jelasnya.
Tidak hanya beberapa titik ruas jalan yang tergenang oleh air. Namun peristiwa longsor juga terjadi di wilayah Pakopen, Kecamatan Bandungan. Namun ruas jalan masih bisa dilalui karena material longsor tidak sampai menutupi jalan.
Hingga saat berita ini ditulis, jajaran Damkar Kabupaten Semarang dan BPBD Kabupaten Semarang tengah melakukan evakuasi dan assesmen. Serta belum terdapat laporan adanya korban jiwa. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi