RADARSEMARANG.ID, Tuntang - Tiga rumah dan satu warung milik warga Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang mengalami kerusakan akibat tersapu angin kencang Kamis (25/1) kemarin.
Selain itu puluhan pohon-pohon dan satu tiang listrik roboh di area persawahan.
Dampak dari kejadian tersebut mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan parah dan satu rumah mengalami kerusakan sedang.
Tidak hanya itu terdapat satu warung yang habis dan rata dengan tanah akibat tersapu oleh angin.
Salah satu warga Dusun Rowosari, Galuh mengungkapkan salah satu rumah yang terdampak adalah milih rumah kakeknya. Dimana atap bagian depan hancur dan roboh.
"Jadi kemarin angin itu sangat kencang mas sampai-sampai terlihat uap air seperti itu. Ya kelihatan anginnya," ungkapnya Jumat (26/1).
Menurutnya banyak pohon-pohon yang tidak kuat ketika angin tersebut melanda Desa Rowosari sehingga banyak yang roboh.
Selain itu genteng-genteng rumah warga juga ikut berterbangan serta hancur.
"Disini juga ada tiang listrik yang roboh di persawahan. Dan beruntung tidak roboh di jalan," katanya.
Ia mengaku baru pertama kali kejadian angin kencang di desa tempat tinggalnya tersebut.
Dan diperkirakan Desa Rowosari salah satu desa yang terdampak parah akibat kejadian tersebut.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kadus Rowosari, Samsudin. Ia mengungkapkan saat kejadian akses jalan penghubung antar desa sempat tertutup.
Akibat pohon yang roboh melintang sebelum dievakuasi oleh warga.
"Kemarin saya mengecek terdapat tiga rumah yang rusak dan satu warung habis terkena angin," terangnya.
Dan hingga Jumat siang, warga bekerja bakti untuk melakukan evakuasi pada pohon-pohon yang tumbang. Serta melakukan perbaikan pada rumah-rumah yang rusak.
"Kami berharap Pemkab Semarang bisa membantu warga kami yang terdampak bencana angin kencang ini," ujarnya.
Pihak BPBD Kabupaten Semarang bersama relawan juga sudah melakukan assesmen dan pertolongan darurat. Karena dikhawatirkan terjadi angin kencang kembali.
Sementara itu, Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro menyampaikan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya aliran Wi-Fi terputus akibat tiang listrik roboh.
"Satu teras rumah warga ambruk karena terkena pohon tumbang, satu rumah dan satu warung rusak karena angin beliung," bebernya.
Saat ini untuk pohon tumbang sudah tangani oleh BPBD dan warga sekitar. Sementara untuk kerugian materiil pihaknya masih belum bisa memastikan karena masih dalam asesmen.
Alex juga mengimbau untuk masyarakat agar selalu berhati-hati, karena saat ini cuaca sedang ekstrim. Sering hujan disertai angin kencang.
Ia juga menyarankan agar warga bisa memotong ranting-ranting pohon agar tidak tumbang saat hujan deras. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi