Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ratusan Kuda Adu Cepat di Jateng Derby 2024

Nurfa'ik Nabhan • Senin, 15 Januari 2024 | 01:48 WIB
Beberapa kuda bersama penunggangnya saat beraksi di lapangan pacuan kuda, Desa Tegalwaton
Beberapa kuda bersama penunggangnya saat beraksi di lapangan pacuan kuda, Desa Tegalwaton

RADARSEMARANG.ID, Tengaran - Sebanyak 220 ekor kuda ikut berkompetisi dalam gelaran rutinan yang digelar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Tengah bertajuk Jateng Derby Minggu (14/1).

Serta turnamen kali ini merupakan turnamen yang paling besar dan memecahkan rekor selama pelaksanaannya. 

Sorak sorai terdengar dari tribun di Lapangan Pacuan Kuda Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran saat beberapa kuda hampir menyentuh garis finish.

Tidak hanya di tribun, masyarakat juga menonton di pinggir lapangan bahkan hingga berdesak-desakan. 

 Baca Juga: 1.501 Perguruan Tinggi di Indonesia Masuk Kategori Kurang Sehat, Ini Penyebabnya

Ketua Umum Pordasi Jawa Tengah, Muhammad Danang Eko Yulianto mengatakan Jateng Derby merupakan agenda tahunan untuk olahraga pacuan kuda. Dimana gelaran pertandingan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2013.

"Agenda rutin ini selalu kami laksanakan di awal tahun di bulan Januari atau Februari. Dan mungkin sudah sepuluh turnamen kita gelar," katanya. 

Dalam Jateng Derby kali ini terdapat 220 kuda yang ikut berkompetisi dari berbagai umur. Serta kali ini terdapat 29 race yang menjadikan turnamen terbanyak dan terbesar selama pelaksanaanya. 

"Ini yang menjadikan pergelaran Jateng Derby kali ini bisa dikatakan yang paling besar dari yang pernah kita lakukan selama ini," katanya. 

Beberapa kelas akan dipertandingkan dalam turnamen kali ini termasuk kelas tiga tahu derby di jarak 1600 meter yang paling bergengsi. Selain itu pihaknya juga mempertandingkan kelompok umur yang lain.

Seperti kelas umur dua bulan, dua tahun, tiga tahun remaja, kemudian kelompok ketinggian mulai dari kelas A hingga J.

 Baca Juga: Disperkim Jateng Bakal Pelototi Pengembang Perumahan Belum Sertifikasi

"Hari ini kuda-kuda umur tiga tahun yang dia memiliki rangking 12 terbaik di indonesia dia berhak mengikuti Jateng Derby," terangnya. 

Tidak hanya itu, peserta yang mengikuti turnamen rutinan ini berasal dari seluruh Indonesia. Selain itu sejak tahun 2013 lapangan pacu kuda Desa Tegalwaton menjadi salah satu barometer olahraga kuda nasional.

"Dan pada tahun 2016 sudah banyak pemilik kuda pacu melakukan training center disini. Dan saya kira dengan adanya kegiatan berkuda di kampung tegalwaton ini paling tidak bisa membantu menggerakkan perekonomian warga," lanjutnya. 

Danang menyebutkan prestasi untuk olahraga berkuda di Jawa Tengah cukup bagus. Karena di Pekan Olaharaga Nasioanal (PON) kemarin pihaknya meloloskan dua atlet untum berangkat.  

"Sebenarnya kita memiliki dua atlet di cabang pacu dan delapan atlet di cabang equestrian. Tetapi kita hanya mendapatkan dua kuota atlet yang diberangkatkan," pungkasnya. (nun/bas) 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#tengaran #Jateng Derby #kuda #PACUAN KUDA