Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Banjir selalu Menerjang Kawasan Bandungan saat Hujan Lebat, DPU Kabupaten Semarang Menduga Ini Penyebabnya

Nurfa'ik Nabhan • Jumat, 12 Januari 2024 | 16:21 WIB
Tangkapan layar banjir lumpur yang mengalir deras di Jalan Mayor Soeyoto, Bandungan Kamis (11/1)
Tangkapan layar banjir lumpur yang mengalir deras di Jalan Mayor Soeyoto, Bandungan Kamis (11/1)

RADARSEMARANG.ID, Bandungan - Kejadian banjir yang kembali terulang di wilayah Kecamatan Bandung mendapatkan berbagai sorotan, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang. Dimana salah satu penyebab banjir tersebut adanya sampah yang menyumbat drainase yang ada. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro mengungkapkan pihaknya memastikan tidak ada masalah dengan drainase atau saluran air yang ada. Terlebih lagi adanya rumor bahwa drainase di Bandungan terlalu kecil. 

"Sebelumnya tidak pernah ada kejadian banjir di Bandungan dan kami pastikan tidak ada masalah dengan ukuran drainase yang ada," ungkapnya Jumat (12/1). 

Pihaknya bersama BPBD dan Dinas Satpol PP dan Damkar (Poldam) Kabupaten Semarang juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi banjir. Dan mereka menemukan terdapat tumpukan sampah yang menyumbat di drainase. 

"Dan air pun tersumbat tidak bisa mengalir dengan baik ke bawah lewat drainase, karena laju air hujan ini terhambat tumpukan sampah di selokan itu," terangnya.

Sehingga tindak lanjut dari temuan tersebut ialah dengan bersama-sama untuk membersihkan tumpukan sampah. Terutama dibawah drainase yang berdekatan dengan jembatan di Bandungan. 

"Jadi kami minta kepada warga Bandungan, untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran air, ini sebabnya banjir karena banyak sampah di saluran air atau drainase," tegasnya. 

Selain asanya tumpukan sampah di drainase, penyebab banjir di Bandungan ialah lahan yang gundul di wilayah atas.

Tepatnya di proyek pembangunan wisata baru yang saat ini sudah dihentikan oleh Satpol PP Kabupaten Semarang.

"Jadi lahan pembangunannya tidak ada pohon satupun, sehingga jika hujan airnya akan mengalir kebawah. Artinya tidak ada titik resapan air," katanya. 

Kendro menyebutkan pihaknya selalu menghimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Karena jika hujan lebat akan mengakibatkan debit air bertambah dan jika tersumbat akan meluber ke jalan. 

Terakhir kejadian banjir lumpur di kawasan Bandungan terjadi pada Kamis (11/1) kemarin. Yang menyebabkan jalan utama menuju Alun-Alun Bandungan sedikit terhambat akibat derasnya luncuran air. 

Salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Bandungan, Tri Londo menyebutkan air banjir di Bandungan terlihat berwarna cokelat dan semakin banyak tercampur tanah. Hal tersebut selalu terjadi jika hujan lebat terjadi di kawasan Bandungan. 

"Air yang berwarna coklat ini semuanya luber ke jalan-jalan hingga menyebabkan banjir dengan aliran air yang sangat deras," bebernya. 

Menurutnya, dengan kejadian banjir yang kesekian kalinya di Bandungan menjadi PR besar bagi Pemkab Semarang. Dan harus dicari antisipasi agar jika terjadi hujan lebat tidak akan terjadi lagi. 

"Ini air banjirnya dari bawah proyek persis sampai menuju alun-alun, lalu ke arah lapangan di Desa Duren, di jalan-jalan jadinya," pungkasnya. (nun/bas) 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Bandungan #BANJIR #DRAINASE #DPU #Kabupaten Semarang