RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Semarang diprediksikan mulai bulan Desember 2023 ini akan meningkat.
Pasalnya sudah memasuki bulan penghujan sehingga pertumbuhan nyamuk juga ikut meningkat.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Semarang, dr Endah Indriati Wurjaningrum.
Di mana per 1 Desember kemarin sudah ada 13 kasus positif dengeu secara keseluruhan, yakni meliputi DD, DBD, dan DSS.
"Jika di bulan November kemarin kasus dengeu mencapai 28 kasus. Karena selama bulan November kemarin wilayah Kabupaten Semarang masih mengalami cuaca kemarau," ungkapnya.
Untuk kasus DBD sendiri sampai dengan tanggal 10 Desember 2023, sudah ada tiga kasus positif.
Jumlah tersebut memang turun dibandingkan tanggal dan bulan yang sama di tahun lalu, yakni ada lima kasus positif DBD.
"Kalau melihat angka, ini ditengah bulan sudah ada 13 kasus dengeu, dan tiga diantaranya positif DBD. Sehingga memang kemungkinan terburuknya kami prediksi angkanya bisa naik," katanya.
Selain faktor cuaca, pola hidup sehat dan bersih masyarakat juga akan sangat berpengaruh pada naik atau turunnya kasus dengeu tersebut.
Sehingga diharapkan masyarakat bisa meningkatkan pola hidup sehat dan bersih.
Jumlah secara keseluruhan kasus dengue di Kabupaten Semarang mulai Januari sampai dengan Desember ini sudah ada 362 kasus, di mana 148 di antaranya adalah kasus DBD. Bahkan terdapat satu warga meninggal akibat DBD.
Endah menyebutkan saat ini jumlah permintaan fogging dari masyarakat Kabupaten Semarang baik ke puskesmas, rumah sakit, dan Dinkes sendiri meningkat tajam disaat sudah memasuki musim penghujan saat ini.
Bahkan 80 persen warga meminta fogging kepada puskesmas terdekat.
"Masyarakat mestinya perlu melakukan upaya pencegahan preventif mandiri terlebih dahulu. Dan fogging ini sebagai langkah atau upaya pencegahan terakhir sebagai penyelesaian masalah DBD," terangnya.
Upaya pencegahan prefentif yang harus dilakukan masyarakat sebelum meminta fogging diantaranya menerapkan 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan juga mendaur ulang berbagai barang agar tidak memiliki potensi untuk dijadikan berkembangbiak nyamuk Aedes Aegypti.
Serta menerapkan PSN atau intervensi lingkungan dalam upaya pengendalian penyakit dengeu, caranya bisa dengan Jumat Bersih atau kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. (nun)
Editor : Agus AP