RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Dampak banjir bandang yang menerjang dua desa di Kecamatan Getasan membuat salah satu akses jalan dusun harus terputus.
Tepatnya di jalan penghubung Dusun Ngaduman, Desa Tajuk dengan Dusun Gedong, Desa Gedong.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang Sabtu (25/11), akses jalan yang memiliki panjang sekitar 300 meter tersebut amblas.
Di samping itu masih banyak material berupa batu-batu besar yang dibawa oleh banjir bandang kemarin.
Dan untuk sementara akses jalan penghubung dua desa tersebut harus ditutup sementara.
Kepala Dusun Gedong, Stefanus Teguh mengungkapkan akses jalan tersebut merupakan akses tercepat untuk menuju ke kantor Kecamatan Getasan.
Tidak hanya itu jalan tersebut juga digunakan untuk anak-anak pergi bersekolah.
"Karena untuk sekolah dasar disini di Dusun Ngaduman," ungkapnya.
Saat ini warga harus 'ngalahi' untuk mencari jalan alternatif lainnya meskipun harus memutar jauh.
Untuk alternatif yang lain warga Dusun Gedong menuju ke Kantor Kecamatan Getasan harus menempuh jarak tiga kilometer.
Dan untuk anak-anak pergi sekolah harus menempuh jarak satu kilometer.
"Kita di tahun 2010 juga membuat jalan alternatif lewat cengklok. Namun akses warga di jalan ini yang paling cepat," ujarnya.
Untuk saat ini pihak sekolah meliburkan anak-anak yang berasal dari Dusun Gedong hingga kondisi jalan bisa terkondisikan. Karena titik kerawanan akses jalan yang terputus masih tinggi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro menyebutkan dampak banjir bandang yang terjadi empat titik yang terimbas.
Di antaranya di Dusun Tajuk dan Dusun Pulihan di Desa Tajuk, Dusun Gedong Desa Gedong, dan akses jalan penghubung Dusun Ngaduman dan Dusun Gedong.
Tiga dari empat titik sudah dikondisikan oleh para relawan dan BPBD Kabupaten Semarang terutama di Dusun Tajuk yang masih memerlukan penanganan.
Untuk akses penghubung jalan dusun pihak BPBD Kabupaten Semarang masih melaksanakan assesmen.
"Kita mau assesmen dulu untum mengetahui kondisinya. Apakah diperlukan alat berat atau tidak, jika tidak kita akan cari alternatif lainnya," terangnya.
Derasnya arus banjir bandang membuat ruas jalan tersebut tergerus bagian bawahnya.
Sehingga jika dilewati kendaraan masih terlalu berbahaya. Ditambah lagi dengan cuaca yang saat ini sudah memasuki musim penghujan.
"Masib banyak material yang tertimbun dan kita antisipasi supaya tidak ada efek lain karena adanya timbunan material ini," katanya.
Alex mengungkapkan dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa ataupun kerusakan pada rumah.
Hanya akses jalan yang terputus serta beberapa material yang masih menutupi ruas jalan.
"Kami menghimbau kepada warga agar selalu waspada dan hindari tempat-tempat yang rawan. Dan kita juga akan berkoordinasi dengan taman nasional untuk segera melakukan penanganan," pungkasnya. (nun)
Editor : Agus AP