RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ambarawa melakukan pergantian kalapas, dan baru saja melaksanakan sertijab Senin (23/10).
Relokasi lapas yang belum terealisasi menjadi salah satu pekerjaan yang harus dilanjutkan oleh kalapas baru.
Serah terima jabatan di Lapas Ambarawa dilaksanakan tiga lapas dan rutan.
Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Tronton Tabrak Empat Kios Gerabah di Tuntang
Yakni Lapas Kelas II A Ambarawa, Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, dan Rutan Kelas IIB Salatiga. Dari Lapas Kelas II A Ambarawa, Kalapas lama, Agus Heryanto menyerahkan ke Kalapas baru, Mujiarto.
Kalapas Ambarawa sebelumnya, Agus Heryanto berharap apa yang sudah dilakukan oleh pejabat lama bisa dilanjutkan kembali oleh pejabat baru.
Jika masih terdapat hal-hal yang dirasa kurang bisa dioptimalisasi kembali.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Semarang dan APH untuk bisa meningkatkan kembali kolaborasi dan koordinasi untuk meningkatkan pelayanan dan pembinaan," ujarnya.
Yang masih menjadi pekerjaan rumah yakni relokasi Lapas Ambarawa yang masih belum terealisasi.
Pihaknya juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait agar proses percepatan progres relokasi terjadi dan terealisasi.
"Kami selaku pemohon, agar supaya pihak TNI sebagai pemilik lahan dan pemda dapat memberikan bantuan kepada kami. Agar kami dapat direlokasikan tanah yang cocok untuk Lapas Ambarawa," terangnya.
Agus menyebutkan standar pembangunan lapas baru membutuhkan sekitar lima hektar lahan. Dan maksimal bangunan lapas tersebut diisi 500 warga binaan.
"Dan Lapas Ambarawa sendiri berkapasitas 200 warga binaan. Sementara itu jumlah penghuni lapas ada 447 warga binaan dan itu over kapasitas, " ungkapnya.
Kalapas Ambarawa baru, Mujiarto menyebutkan pihaknya beserta pejabat yang baru akan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh pejabat lama.
Serta juga sudah menyampaikan kepada Bupati Semarang untuk berkomunikasi lebih lanjut.
"Tadi sudah saya sampaikan kepada pak bupati agar memberi dukungan untuk memberikan pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan bisa maksimal, " terangnya.
Terkait relokasi, ia mengaku masih belum tahu secara detail. Pasalnya baru saja sampai di Lapas Ambarawa untuk melaksanakan sertijab.
"Terkait relokasi saya akan mengikuti kebijakan pimpinan seperti apa. Karena saya juga masih belum tahu secara lengkap, " katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Hajrianor mengatakan pergantian pemimpin tersebut terdapat tujuan-tujuan tertentu untuk mempercepat akselerasi kegiatan-kegiatan pelaksanaan tugas program.
Serta bisa menggenjot kegiatan-kegiatan di akhir triwulan keempat tahun ini.
"Tentunya pejabat yang baru akan menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan Lapas Ambarawa. Serta bisa melakukan percepatan kegiatan yang sudah dilaksanakan, " jelasnya.
Terkait dengan relokasi lapas, pihaknya akan mengupayakan dengan kalapas yang baru. Karena cepat atau lambat juga harus melakukan relokasi.
"Kita juga bisa melihat kondisi Lapas Ambarawa saat ini dan relokasi ini harus tetap diupayakan untum direalisasikan," tandasnya. (nun)
Editor : Agus AP