UNGARAN, Radar Semarang - Desa Wisata (deswita) Lerep, Kecamatan Ungaran Barat menambahkan fasilitas tambahan untuk edukasi wisata pertanian Selasa (17/10).
Penambahan fasilitas tersebut berasal dari CSR PLN Peduli.
Fasilitas tersebut terdiri dari joglo, area untuk edukasi pertanian, kolam renang, dan juga untuk pengembangan UMKM.
Baca Juga: BLT DBHCHT Kabupaten Semarang Tahap Pertama Mulai Disalurkan, Terdapat 2.459 Penerima Bantuan
Beberapa spot baru juga ditambahkan seperti kolam lele dan juga kolam ikan untuk terapi.
Ketua Pokdarwis Rukun Sentosa Desa Lerep, Daniel Bayu Anggara mengatakan fasilitas tambahan tersebut diharapkan bisa mendorong UMKM yang ada di Desa Lerep.
Serta bisa menjadi kegiatan kelompok wanita tani (KWT) yang berkolaborasi dengan pokdarwis.
"Karena tren edukasi wisata ini terus meningkat sejak pandemi hingga sekarang. Sehingga kami juga akan meningkatkan kapasitas dalam melayani pengunjung," ujarnya.
Di area Deswita Lerep sendiri yang dikelola oleh Pokdarwis Rukun Sentosa memiliki luas kurang lebih satu hektar.
Dimana terdapat beberapa fasilitas umum dan juga sarana untuk wisata edukasi pertanian.
"Edukasi pertanian yang unggulan ada tanam singkong sampai cabut dan olah. Kemudian ada bunga telang, kopi, jeruk, dan sebagainya," jelasnya.
Fasilitas tambahan tersebut sejak pembukaan dan peresmian sebelumnya sudah digunakan untuk berkegiatan para pengunjung seperti joglo dan tempat pengembangan UMKM.
Namun untuk khusus kolam renang masih dalam tahap pemeliharaan.
"Ini kurang lebih dalam seminggu kedepan akan kita buka untuk umum untuk kolam renangnya, " katanya.
Kepala Desa Lerep, Sumaryadi menambahkan Desa Lerep sendiri merupakan pusat edukasi dan wisata yang lengkap.
Sehingga pihak pemdes terus menggenjot pokdarwis untuk bekerjasama dengan semua stakeholder yang ada.
"Kita juga sudah diakui oleh Menteri Pariwisata sebagai desa wisata berkelanjutan. Karena kita sudah sustainable di empat bidang, yakni bidang pengelolaan, lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi," terangnya.
Pengunjung Deswita Lerep sendiri mayoritas merupakan para siswa dari mulai PAUD hingga SMP.
Maka dari itu pihaknya juga menyesuaikan fasilitas atau paket wisata yang bisa dipilih. Tentunya semua kegiatan bisa menyesuaikan apa yang dibutuhkan oleh para pengunjung.
"Nantinya para siswa akan diberikan edukasi mulai dari edukasi menanam padi hingga edukasi kelistrikan. Kita juga menggaet UMKM yang ada di Desa Lerep untuk kita perkenalkan kepada para pengunjung," bebernya.
Sementara itu, Manager PLN UP2B Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Santo Kardono mengungkapkan pihaknya memilih desa wisata berdasarkan beberapa kriteria salah satunya terkait tiga pilar.
Yaitu terkait pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMKM.
"Kemudian ada konsep empowerment, yakni desa wisata bisa diharapkan bisa menjadi role model optimasi potensi berbasis sustainable development goal. Dimana goal akhirnya adalah pengembangan yang berkelanjutan, " katanya.
Deswita Lerep sendiri terpilih sebagai desa binaan melalui beberapa kategori.
Salah satunya kategori pendidikan dan juga adanya training pengolahan Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau limbah sisa pembakaran batubara.
"Namun pengolahan tersebut belum berjalan karena terkendala transportasi, " tandasnya
Santo menambahkan kategori selanjutnya yakni lingkungan dan pengembangan UMKM. pihaknya yakin bahwa Deswita Lerep bisa mengimplementasikan seluruh kategori tersebut. (nun)
Editor : Agus AP