Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Wisuda 215 Lansia, Bupati Semarang: Tetap Sehat dan Bahagia

Nurfa'ik Nabhan • Selasa, 10 Oktober 2023 | 00:49 WIB

Bupati Semarang mewisuda peserta didik Sekolah Lansia Pancasila Desa Kenteng
Bupati Semarang mewisuda peserta didik Sekolah Lansia Pancasila Desa Kenteng

UNGARAN, Radar Semarang - Sebanyak 215 peserta didik dari Sekolah Lansia Pancasila Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan diwisuda langsung oleh Bupati SemarangNgesti Nugraha.

Tidak hanya itu Bupati Semarang berpesan untuk para peserta didik bisa terus bahagia dan sehat. 

Momen pelaksanaan wisuda tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Senin (9/10). 

Baca Juga: SMK Negeri 1 Bawen Kembangkan Melon Premium Varietas Luna

Acara wisuda juga dihadiri Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Semarang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dan para mitra Sekolah Lansia Pancasila. 

Kepala Sekolah Lansia Pancasila, Maria Ana Sriwarti mengatakan 215 peserta didik tersebut berasal dari tujuh dusun di Desa Kenteng. Dan nantinya akan melanjutkan ke tahap kurikulum selanjutnya. 

"Kami tidak sembarangan memberikan pelajaran, tetapi sesuai dengan kurikulum yang diberikan dari IRL (Indonesia Ramah Lansia), " ujarnya. 

Sistem pembelajaran yang dilakukan yakni membagi dengan delapan kelas yang terbagi di antara tujuh dusun yang ada.

Dimana pihaknya jemput bola atau datang langsung ke tempat-tempat yang dijadikan tempat pembelajaran. 

"Kalau kami satukan mereka di satu tempat, kasian mereka tidak bisa terjangkau, " katanya. 

Selain itu, pihaknya juga menghadirkan narasumber yang biasanya disebut Sahabat Lansia untuk mengisi beberapa kegiatan didalamnya.

Seperti Rumah Sakit Ken Saras, Puskesmas Duren, Klinik Tri Karya Bandungan, dan masih banyak lagi. 

"Dan ada juga dari DP3AKB Kabupaten Semarang itu juga masuk dengan tujuh dimensi lansia tangguh, " lanjutnya. 

Kurikulum dari IRL yang digunakan dalam pembelajaran terdapat tiga yakni kurikulum dasar, menengah, dan akhir.

Di mana kurikulum dasar lebih banyak ke sektor kesehatan, kurikulum menengah melatih keterampilan lansia, dan kurikulum akhir yakni kunjungan. 

"Tapi kami belum merencanakan yang kunjungan, namun ada bayangan nantinya akan berkunjung ke tempat-tempat bermanfaat bagi lansia, " jelasnya. 

Maria menyebutkan tidak ada kualifikasi tertentu untuk masuk dan mengikuti sekolah lansia tersebut.

Hanya batasan usia bahkan yang pra lansia diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. 

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha merasa bangga kepada para wisudawan dari sekolah lansia. Pasalnya mereka memancarkan kebahagiaan yang menunjukkan mereka sehat. 

"Kemudian tetap kita dorong untuk mereka berkreasi. Jangan sampai setelah lansia tidak ada kegiatan sama sekali, " ungkapnya. 

Pemkab Semarang juga akan bersama-sama mendorong agar lansia tetap sehat dengan adanya posyandu lansia. Dan setiap ada kegiatan posyandu nantinya akan digratiskan. 

"Kita kemarin juga melaunching UHC untuk BPJS Kesehatan. Untuk lansia yang tidak mampu dan masuk rumah sakit langsung daftar saja dan kita yang akan membayar iuran BPJS nya," pungkasnya. (nun) 

 

Editor : Agus AP
#Sekolah Lansia Pancasila #Indonesia Ramah Lansia #Sekolah Lansia #Kabupaten Semarang