RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Tiga dari lima fasilitas umum yang ada di Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen akan direlokasi ke tempat yang baru.
Pasalnya fasilitas-fasilitas tersebut terkena pembangunan proyek jalan tol Jogja-Bawen.
Lima fasilitas umum yang terkena pembangunan jalan tol tersebut adalah Kantor Kelurahan Bawen, SD Negeri 1 Bawen, lapangan olahraga, makam punden, dan sumber mata air.
Namun yamg menjadi fokus untuk direlokasi yakni kantor kelurahan, bangunan sekolah, dan lapangan olahraga.
Lurah Bawen Tri Harjanto menyebutkan bangunan sekolah memiliki luas tanah 3735 meter persegi, kantor kelurahan seluas 1984 meter persegi, dan lapangan olahraga seluas 13.690 meter persegi. Titik relokasi ketiga fasilitas tersebut sudah ditentukan.
"Kalau untuk bangunan sekolah warga meminta tetap di lingkungan Tegalrejo. Sedangkan untuk kantor kelurahan ada di lingkungan Ngrawan Lor, " ujarnya.
Namun dari beberapa titik tersebut masih dalam tahap penilaian. Bangunan sekolah diharapkan di Oktober hingga November sudah bisa dikerjakan.
Sedangkan untuk sumber mata air dan makam punden sifatnya tidak tergesa-gesa. Dan ketiga fasilitas umum lainnya memiliki sifat yang mendesak.
Maka dari itu dari hasil musyawarah kelurahan yakni untuk fokus relokasi ketiga fasum tersebut.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha sudah mengecek beberapa titik yang nantinya akan menjadi lokasi untuk relokasi.
Seperti untuk bangunan sekolah terdapat tiga titik relokasi. Kemudian untuk kantor kelurahan lokasi relokasi berada di lingkungan Ngrawan Lor.
Termasuk untuk lapangan olahraga yang nanti akan memanfaatkan lahan aset pemkab seluas 3,5 hektare.
"Tetapi jika nanti ada lahan milik warga yang terkena akan kita diskusikan bersama untuk kita akomodir secara normatif, " terangnya.
Ngesti menyebutkan sekitar 12 hektare aset pemerintah daerah terkena proyek pembangunan jalan tol Jogja-Bawen tersebut.
“Pada prinsipnya pemerintah daerah akan mendukung penuh upaya percepatan pembebasan jalan tol maupun pembangunan infrastruktur lainnya, " jelasnya. (nun/ton)
Editor : Baskoro Septiadi