Para siswa sudah terlihat sibuk menyiapkan berbagai peralatan sejak pagi. Tapi, tidak sedikit siswa yang salah membawa peralatan memasak. Selain itu, siswa membawa kayu bakar dengan ukuran besar yang melebihi kapasitas tungku. Alhasil kayu harus dipotong. Meski begitu, anak-anak tampak begitu antusias dalam membuat makanan tradisional tersebut.
"Ini untuk memperkenalkan siswa dengan makanan khas Ambarawa, khususnya dari Ngampin. Terlebih lagi para siswa juga bisa mengetahui bagaimana cara memasaknya dari awal hingga akhir,” ujar Kepala SMP Negeri 4 Ambarawa, Maria Utami.
Ia menambahkan, temanya budaya dan kewirausahaan. Jadi siswa dilatih pembuatan serabi klasik Ngampin yang merupakan warisan leluhur sekaligus memunculkan jiwa wirausaha. Mereka didampingi Paguyuban Penjual Serabi Ngampin.
"Anak-anak begitu senang," tambahnya.
Sebelum memulai, siswa dibagi lima kelompok sesuai kelas masing-masing. Mereka sangat antusias walaupun harus capek. Karena harus memarut kelapa, menumbuk beras, dan berjibaku dengan asap. Tidak sedikit serabi yang dimasak gosong.
"Kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan siswa dan bisa melestarikan makanan tradisional," tambahnya. (nun/fth) Editor : Agus AP