RADARSEMARANG.ID, Pernah dengar Burundi? Negara kecil di Afrika Tengah ini jarang disorot, tapi punya banyak cerita unik.
Mulai dari jadi negara termiskin di dunia, punya 2 ibu kota, sampai tidak memiliki laut sama sekali.
Dengan luas hanya 27.834 km² dan populasi sekitar 11,8 juta jiwa, Burundi menyimpan banyak fakta yang bikin kita bersyukur.
Baca Juga: Roberto Carlos Mualaf? Fakta Pernikahan Islami & Kabar Masuk Islam Legenda Brasil
Berikut 5 fakta unik negara Burundi yang perlu kamu tahu.
1. Negara Termiskin di Dunia
Fakta paling mencolok: Burundi adalah negara termiskin di dunia.
Data terbaru Bank Dunia:
- Pendapatan Nasional Bruto: Hanya $270 per tahun atau sekitar Rp4,3 juta. Ini yang terendah di dunia.
- Kemiskinan: Sekitar 70% penduduk hidup dalam kemiskinan.
- Kerawanan Pangan: Menurut World Food Program, 52% anak di bawah 5 tahun mengalami stunting.
- Gizi Buruk: Masalah ini paling banyak terjadi di masyarakat pedesaan.Kondisi ini membuat banyak warga bergantung pada bantuan makanan dari organisasi internasional.
Baca Juga: Salatiga Diguncang Gempa Magnitudo 2,9 Jumat 8 November 2024, BMKG Bilang Begini
2. Pernah Diguncang Perang Saudara Panjang
Sejarah Burundi kelam karena konflik etnis yang berlangsung belasan tahun.
Akar Konflik:
- Etnis Hutu: Mayoritas, sebagian besar petani.
- Etnis Tutsi: Minoritas, tapi mengendalikan tentara dan perekonomian.
- Walaupun keduanya berbicara bahasa yang sama yaitu Kirundi dan budaya mirip, ketegangan sudah ada sejak Burundi merdeka tahun 1962.
- Puncaknya, perang saudara pecah pada 1994 dan membuat Burundi jadi salah satu negara dengan konflik terparah di Afrika.
Baca Juga: 7 Ikan Endemik Langka di Indonesia: Dari Ikan Purba Raja Laut sampai Ikan Bilih Singkarak
3. Tidak Punya Laut & Punya 2 Ibu Kota
Ini yang bikin Burundi beda dari negara lain.
Uniknya:
- Landlocked: Burundi adalah negara terkunci daratan. Tidak punya garis pantai sama sekali. Berbatasan dengan Rwanda, Tanzania, Danau Tanganyika, dan Republik Demokratik Kongo.
- 2 Ibu Kota: Gitega: Ibu kota pemerintahan, Bujumbura: Ibu kota ekonomi
- Secara administrasi, Burundi dibagi menjadi 17 provinsi dan setiap provinsi dibagi lagi menjadi beberapa komune.
Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI dan Hari Pelanggan Nasional, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya 50 Persen
4. Kebebasan Pers Sangat Rendah
Bagi pecinta media, kondisi pers di Burundi cukup memprihatinkan.
- Media dikuasai negara: Sebagian besar outlet media dikelola pemerintah.
- Undang-undang pers ketat: Jurnalis bekerja dalam tekanan hukum yang berat.
- Radio swasta ditutup: Banyak stasiun radio swasta ditutup setelah upaya kudeta 2015 dan belum dibuka lagi.
- Kantor BBC & VOA ditangguhkan: Kantor lokal media internasional juga terkena dampak.
- Akibatnya akses informasi publik di Burundi sangat terbatas.
Baca Juga: Nama Sudaryono Muncul Disebut Sebagai Pengganti Nanik di Badan Gizi Nasional
5. Masalah Kesehatan Masih Buruk
Sistem kesehatan Burundi masih jadi tantangan besar.
Penyebab kematian utama:
- Penyakit menular: Malaria, kolera, campak, influenza, diare
- Gizi buruk: Banyak warga kekurangan gizi
- HIV/AIDS: Masih menjadi masalah serius
- Burundi juga kekurangan rumah sakit dan tenaga medis. Kondisi ini makin parah karena dampak perang sipil yang menghancurkan infrastruktur kesehatan.
Warga yang gizi buruk hanya bisa mengandalkan pusat pemberian makanan dari organisasi internasional.
Tabel Data Singkat Negara Burundi
| Aspek | Data |
| Lokasi | Afrika Tengah, selatan garis khatulistiwa |
| Luas Wilayah | 27.834 km² |
| Populasi | ± 11,8 juta jiwa |
| Ibu Kota | Gitega (Pemerintahan), Bujumbura (Ekonomi) |
| Bahasa | Kirundi |
| Status | Negara termiskin di dunia versi Bank Dunia |
Baca Juga: Bukan Sekadar Motor Matik, Ini Cerita Pengguna Yamaha Mio yang Bertahan Puluhan Tahun
Negara Kecil dengan Cerita Besar
Burundi adalah negara kecil dengan cerita besar. Dijuluki negara termiskin di dunia, tidak punya laut, pernah dilanda perang saudara, dan masih bergulat dengan masalah kesehatan serta kebebasan pers.
Di balik itu, Burundi punya 2 ibu kota dan budaya Kirundi yang mempersatukan etnis Hutu dan Tutsi.(tas)
Editor : Tasropi