Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Misteri Gelap Paris! Sejarah Katakombe Terowongan Bawah Tanah Berisi Jutaan Kerangka Manusia

Magang Radar Semarang • Senin, 8 Juli 2024 | 21:51 WIB
potret kerangka manusia yang disusun rapih di Katakombe.
potret kerangka manusia yang disusun rapih di Katakombe.

RADARSEMARANG.ID - Kota Paris yang biasa dikenal dengan cerita sejarahnya, seni, museum maupun lanskap romantisnya.

Namun dibalik itu banyak pengunjung yang belum mengetahui fakta tersembunyi dibalik indahnya kota Paris.

Katakombe merupakan terowongan bawah tanah yang berisi jutaan kerangka manusia.

Awal berdirinya Katakombe dimulai pada abad ke-18 ketika masyarakat kota Paris dilanda masalah kesehatan.

Sementara itu pertubuhan populasi masyarakat Paris yang semakin meningkat, menyebabkan meluapnya makam yang menjadi masalah sanitasi bagi lingkungan sekitarnya.

Pihak berwenang kota Paris memutuskan untuk mengevakuasi makam ke bekas tambang Tombe-Issoire, jaringan terowongan yang dibangun pada zaman Romawi pada tahun 1785.

Pada tanggal 7 April 1786, situs bawah tanah tersebut diresmikan sebagai Osuarium Kota Paris atau biasa disebut dengan Katakombe.

Faktanya butuh waktu lebih dari 12 tahun untuk merelokasi sisa-sisa 6 juta jenazah ke tempat peristirahatan terakhir mereka di Katakombe.

Lokasi pertama dimulai di pemakaman terbesar di kota Paris, Cimetiere des Innocents, proses pemindahan tulang-tulang tersebut melibatkan banyak tenaga, seperti penggali, petugas kebersihan, supir, kuda, pembawa obor, dan bahkan pendeta.

Tugas tersebut harus dilakukan secara diam-diam pada malam hari agar tidak mengganggu masyarakat setempat.

Labirin terowongan Katakombe memiliki luas tanah sekitar 150 mil di bawah kota Paris, pada tahun 1809, bagian dari Katakombe dibuka untuk umum, yang dapat mengaksesnya dengan perjanjian.

Jika Anda tertarik untuk berkunjung kesana dipastikan dalam keadaan fisik yang sehat, karena Anda harus berjalan sekitar 131 langkah menuju terowongan dan menaiki 112 langkah untuk keluar.

Awalnya Katakombe adalah ruang penyimpanan besar tempat tulang-tulang ditumpuk secara sembarangan.

Tetapi pada awal abad ke-19 Katakombe mengalami perombakan yang dipimpin oleh Louis-Étienne Héricart de Thury, sebagai direktur Layanan Inspeksi Tambang Paris.

Sebelum dibuka untuk umum, tulang-tulang ditata indah dengan mendesain ulang ruangan dan memasang struktur menakjubkan seperti lengkungan dan kolom tanda, bahkan lemari pendidikan tentang mineral dari tambang batu kapur dan patologi tulang ditambahkan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. (mg7/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#museum di paris #traveling