Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Polisi Selidiki Dugaan Racun Sianida Pada Makanan Sekeluarga yang Tewas saat Glamping di Temanggung 

Muhammad Hariyanto • Jumat, 29 Mei 2026 | 19:44 WIB
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Anwar Nasir
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Anwar Nasir

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Polda Jawa Tengah bersama Polres Temanggung masih terus melakukan penyelidikan terkait kematian empat orang di dalam tenda tempat wisata di Temanggung.

Sejauh ini, masih ada dua kemungkinan faktor penyebab kematian para korban. 

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Anwar Nasir mengatakan, telah melakukan otopsi terhadap salah korban korban yang paling fisiknya paling muda, atau fisiknya paling kuat.

Baca Juga: Perkiraan Waktu Kematian 4 Korban Sekeluarga di Glamping Temanggung Jadi Petunjuk Penting Penyelidikan

"Dipilihlah yang umur 17 dari anaknya yang paling kecil ya, umur 17 tahun ini. Kemudian dilakukan autopsi. Nah, ini kita masih menunggu, hasil dari labfor," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (29/5/2026).

"Kemungkinan dugaan sementara masih ada dua, yaitu akibat dari gas yang ditimbulkan oleh kompor gas dari pada saat barbeque malam hari atau yang kedua adalah makanan ini. Tentunya kita, penyidik masih menunggu hasil toksikologi dari dari labfor," bebernya.

Dugaan dua kemungkinan penyebab kematian dari faktor kebocoran gas, pihaknya mengakui gas tersebut berada di alam tenda Glamping. Sedangkan terkait makanan barbeque, juga memeriksa sampel makanan.

Baca Juga: Gas Karbon Monoksida Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya 4 Wisatawan Sekeluarga di Temanggung

"Sampel diperiksa adalah makanan yang dimakan saat itu itu barbeque karena itu bahan makanan diperoleh dari mereka sendiri. Ada bahan makanan yang sarapan yang dibawakan oleh pengelola, namun itu masih untuk tidak sempat dimakan," jelasnya.

Hasil pemeriksaan dan olah TKP termasuk otopsi, Kombes Pol Anwar mengaku tidak ada kekerasan benda tumpul dalam tubuh korban.

Namun demikian, pihaknya juga mengakui, adanya mulut berbusa dalam kematian korban.

"Makanya hanya harus dipastikan sebab kematian apakah dari CO atau CN ini yang masih butuh pemeriksaan laboratorium forensik," katanya.

Terkait CN yang dimaksud merupakan zat kimia Sianida, Kombes Pol Anwar mengatakan, hal tersebut masih dalam dugaan. Menurutnya, hal tersebut juga harus dilakukan penyelidikan mendalam melalui Labfor.

"Iya, CN itu Sianida. Itu artinya gini, itu mau diteliti dari makanan itu. Itu kan kemungkinan hasil analisanya dokter. Nah Makanya yang diperiksa ini kan penyebab kematiannya itu. 

"Kalau keracunan gas kan lewat hidung, gas monoksida. Atau keracunan dari makanan itu dari CN, itu dari dokternya. Tapi ini semuanya harus dilakukan pemeriksaan dan diperdalam penyelidikan di laboratorium forensik," katanya.

Baca Juga: 4 Jenazah Sekeluarga yang Tewas di Kawasan Wisata Posong Temanggung Tiba di Rumah Duka

"Ini kan masih kemungkinan, dari gas atau dari makanan. Kejadian disana baru kali ini," tegasnya.

Korban ditemukan meninggal di dalam tenda Glamping dalam posisi tidur yang hampir sejajar.

Sedangkan kecurigaan kematian akibat faktor CO, pihaknya mencontohkan faktor ini sering dijumpai dalam kasus atau kejadian orang meninggal di dalam mobil.

"Ya, ini yang akan banyak kejadian seperti ini. Misalnya mobil nyala pakai AC, atau mobil berhenti Kemudian ditutup rapat. Nah, itu yang berbahaya. Nah, yang sering mati lemas, kan sering kejadian seperti itu. 

"Makanya memang ya, dihimbau kepada masyarakat ketika ada melakukan ada gas di dalam suatu ruangan atau mobil, hendaknya jangan ditutup rapat biar ada celah untuk udara itu keluar. Jadi tidak berkumpul di dalam situ," katanya.

Lanjutnya mengatakan, kepolisian juga telah melakukan olah TKP dilokasi kejadian termasuk mengumpulkan alat-alat bukti. Termasuk memeriksa saksi-saksi guna bahan penyelidikan.

"Saksi-saksi yang diperiksa sementara masih Empat ya kemarin. Nanti nanti kita tanyakan ke Temanggung lagi pendalamannya. Karena penyidikan ini di Polres Temanggung, Polda sifatnya lakukan backup," ujarnya.

Menanggapi adanya kendala dalam upaya pengungkapan peristiwa kasus ini, Kombes Pol Anwar menegaskan sementara ini belum ada. Namun, menurutnya kendalanya hanya masih menunggu waktu saja terkait menunggu hasil forensik.

"Kami sudah koordinasi sama Kabid Labfor, mungkin bisa dipercepat, tapi tentunya ini harus prinsip kehati-hatian. Karena ada beberapa tahapan yang mereka lakukan oleh Bid labfor dalam melakukan pemeriksaan toksiologi ini," pungkasnya.

Diketahui, empat orang merupakan satu keluarga ditemukan meninggal dalam satu tenda Glamping di tempat wisata kawasan Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5/2026) siang. Namun sampai sekarang, belum terungkap faktor penyebab kematian para korban. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#4 orang meninggal di tenda glamping temanggung #sekeluarga meninggal di tempat wisata temanggung #4 orang sekeluarga ambarawa meninggal di dalam tenda #selidiki dugaan racun sianida kematian 4 irang di temanggung