Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

SPPG Tlogorejo Temanggung Dihentikan Sementara Usai Dugaan Keracunan MBG, Tunggu Hasil Uji Lab

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 21 Mei 2026 | 13:57 WIB
Petugas puskesmas saat mengambil sampel menu MBG dari SPPG Tlogorejo Temanggung, Kamis (21/5). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Petugas puskesmas saat mengambil sampel menu MBG dari SPPG Tlogorejo Temanggung, Kamis (21/5). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogorejo Temanggung di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Temanggung, resmi dihentikan sementara per Kamis (21/5).

Hal itu menyusul usai muncul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru di sejumlah sekolah pemerima manfaat.

Penghentian operasional dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan terkait penyebab pasti keracunan.

Baca Juga: Ratusan Siswa di Temanggung Diduga Keracunan Menu MBG, Ada Guru yang Masih Diopname

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Temanggung, Ulfi Rizki Asmarani, mengatakan, pihaknya baru menerima laporan resmi terkait dugaan keracunan pada Rabu (20/5/2026).

Dalam hal ini, terdapat jeda waktu mengenai pelaporan dugaan kasus keracunan. Padahal peristiwa tersebut terjadi pda Senin (18/5).

“Saya mengetahui informasi itu di hari Rabu dari Dinas Kesehatan. Dan kami langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Ulfi saat ditemui di SPPG Tlogorejo, Kamis (21/5).

Ulfi menyebut, setelah menerima laporan, pihak SPPG langsung berkoordinasi dengan sekolah.

Lalu ia melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Suami yang Bunuh Istri di Temanggung Terancam Hukuman Mati

Ulfi menyebut operasional dapur MBG Tlogorejo 1, kini dihentikan sementara sebagai langkah evaluasi.

“SPPG Tlogorejo ini diberhentikan sementara untuk evaluasi seperti itu. Sampai nanti kita tunggu hasil uji lab dari Dinkes,” ujarnya.

SPPG Tlogorejo 1 diketahui melayani sebanyak 2.061 penerima manfaat. Penerima tersebar tersebar di 14 sekolah di Kabupaten Temanggung.

Menu MBG yang didistribusikan pada Senin (18/5/2026) berupa nasi kuning tanpa santan, telur dadar, abon, orek tempe dan kacang, serta buah dan sayuran pendamping.

“Untuk penentuan menu memang dari ahli gizi,” katanya.

Baca Juga: Penyaluran BPNT Tahap 2 , Mei 2026 Kembali Cair di Banyak Daerah, KKS BNI 2020 dan 2021 Mendominasi Pencairan Rp600 Ribu

Sementara itu, Kepala SPPG Tlogorejo 1 Soleh Jamaludin enggan memberikan banyak keterangan.

Ia memilih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut.

“Kami masih menunggu hasil lab terkait penyebabnya,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, ratusan siswa dan guru dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, sakit perut, dan pusing usai mengonsumsi paket MBG dari SPPG Tlogorejo.

Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung masih melakukan penyelidikan.

Selain itu, dilakukan pengujian sampel makanan untuk memastikan sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. (dev)

Editor : Baskoro Septiadi
#Makan Bergizi Gratis #temanggung #SPPG #keracunan mbg