Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wabup Temanggung Temukan Dugaan Pungli Rekrutmen Relawan SPPG, Diminta Bayar Rp3 Juta

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:34 WIB
Wakil Bupati Temanggung drg. Nadia Muna saat diwawancara wartawan. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Wakil Bupati Temanggung drg. Nadia Muna saat diwawancara wartawan. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG - Wakil Bupati Temanggung drg. Nadia Muna menemukan adanya dugaan pungutan liar dalam proses perekrutan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Temanggung. 

Diketahui, oknum tersebut diduga meminta uang hingga Rp3 juta kepada calon relawan.

Mengenai hal ini, Wabup Nadia mengaku prihatin setelah menerima aduan masyarakat terkait praktik tersebut. 

Baca Juga: Suami yang Bacok Istri hingga Tewas di Temanggung Dijerat Pasal Berlapis

Ia menegaskan, perekrutan relawan maupun pegawai SPPG tidak dipungut biaya apa pun.

“Itu sangat mengkhawatirkan. Saya sudah konsultasi dengan ketua percepatan MBG di Kabupaten Temanggung dan ternyata memang tidak ada pungutan biaya (dalam perekrutan relawan),” katanya di Graha Bhumi Phala Setda Temanggung, Selasa (19/5).

Menurut Nadia, dugaan pungli tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Kranggan. Hingga saat ini, laporan yang diterimanya baru berasal dari wilayah tersebut.

“Ada di Kranggan. Yang selama ini saya temukan masih di titik itu saja,” ujarnya.

Nadia menyayangkan adanya oknum yang memanfaatkan proses perekrutan relawan. Terlebih dengan menarik tarif tertentu kepada masyarakat yang ingin bekerja di program MBG.

Baca Juga: Suami yang Bacok Istri di Ngadirejo Temanggung Ditangkap, Hendak Kabur ke Wonosobo

“Saya sangat prihatin ada oknum-oknum yang ternyata memberikan tarif terhadap pengangkatan pegawai maupun relawan MBG,” katanya.

Nadia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan praktik serupa. Pemerintah Kabupaten Temanggung, kata dia, akan menindaklanjuti secara serius setiap laporan yang masuk.

“Saya imbau untuk seluruh masyarakat apabila masih ada terdapat kecurangan tersebut, laporkan. Nanti kita tindak serius,” tegasnya.

Ia juga meluruskan informasi yang berkembang mengenai biaya seragam atau biaya pendaftaran relawan SPPG.

Menurutnya, secara aturan tidak ada kewajiban membayar biaya apa pun saat proses perekrutmen.

“Kalau misalnya nanti memang ada bayar seragam mungkin itu inisiatif dari para relawan (saat sudah diterima). Tapi secara aturan tidak ada sama sekali pungutan biaya,” katanya.

Baca Juga: Sadis! Istri Tewas Dibacok Suami di Ngadirejo Temanggung, Pelaku Kabur

Nadia menjelaskan, masyarakat yang ingin mendaftar sebagai relawan atau karyawan SPPG, dapat langsung mendatangi lokasi SPPG yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap persiapan operasional.

“Datangi langsung SPPG yang masih rencana dibuka. Biasanya masih ada perekrutan relawan baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, mekanisme perekrutan juga memperhatikan unsur kearifan lokal. Artinya dengan memprioritaskan masyarakat sekitar lokasi SPPG.

“Memang ada persentase untuk (merekrut) masyarakat sekitar. Kami juga masih menyelidiki oknum itu," tambah wabup.

Data diperoleh dari bgn.go.id per 19 Mei 2026, terdapat 91 SPPG di wilayah Kabupaten Temanggung. Jumlah tersebut tersebar di berbagai kecamatan dengan ribuan penerima manfaat. (dev)

Editor : Baskoro Septiadi
#Mbg #Makan Bergizi Gratis #temanggung #SPPG