RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Suasana berbeda terlihat di SD Negeri Butuh, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.
Di sana, ruang kelas 1 hanya mendapat satu pendaftar dalam Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun 2025.
Kondisi itu, membuat kelas tersebut disulap menjadi ruangan yang menyenangkan. Sehingga, proses pembelajaran yang dilakukan guru dan murid bisa maksimal.
Baca Juga: Terlilit Utang, Penjaga Rumah Kos di Puspowarno Semarang Curi Mobil Mahasiswa
"Tahun ini kami hanya dapat satu pendaftar dan itu anaknya penjaga sekolah sini. Namun di kelas, murid ini tidak sendiri karena ada satu murid lagi yang harusnya kelas dua tahun ini mengulang di kelas satu karena umurnya kurang," jelas Kepala SDN Butuh, Deni Kartikasari, Selasa (15/7/2025).
Deni menerangkan, dua tahun terkahir pendaftar di sekolahnya kurang dari 10 anak. Bahkan, pada tahun ajaran 2024 kemarin hanya mendapat 5 siswa.
Saat ini jumlah total siswa SDN Butuh sebanyak 42 anak yang tersebar di kelas 1 sampai kelas 6.
Menurutnya, minimnya pendaftar ke SDN Butuh karena sejumlah faktor seperti banyaknya SD di wilayah Kecamatan Temanggung.
Faktor lain yakni minimnya anak usia sekolah di wilayah Kelurahan Butuh hingga bangunan sekolah yang rusak.
Saat wartawan ini berkunjung, terlihat beberapa fasilitas SDN Butuh memang memerlukan perhatian. Dua ruangan yakni bekas ruang guru dan musala, kini dalam kondisi rusak tanpa atap.
Selain itu, akses masuk utama ke sekolah berupa gerbang tertutup sejak beberapa tahun lalu. Sehingga, sekolah tidak memiliki gerbang yang representatif.
"Itu menjadi pertimbangan orang tua untuk menyekolahkan anak di sini. Lalu bangunan sekolah kami juga ada yang ambruk dan rusak," terang Deni.
Dikatakan, SD Negeri Butuh sudah berdiri sejak 1939. Saat ini, pihak sekolah berusaha memperbaiki gedung secara swadaya dengan iuran dari para guru dan dukungan alumni.
Baca Juga: Logo HUT ke-80 RI Belum Dirilis, Masih Menunggu Pemenang dari Sayembara
"Kami harap ada perhatian lebih dari pemerintah karena sekolah ini sudah mengabdi dalam dunia pendidikan sejak 86 tahun lalu,” sambungnya.
Meski kondisi sekolah memprihatinkan, terlihat keceriaan siswa-siswi SDN Butuh. Hal tersebut juga tidak mempengaruhi semangat belajar para siswa.
Adapun saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS, pihaknya melibatkan seluruh siswa dan guru untuk kembali membangun semangat belajar.
"MPLS tidak hanya untuk siswa kelas 1 SD. Tapi juga kami ajak siswa kelas 2 sampai 6 untuk membangun semangat belajar. Jadi ini masih masa penyesuaian anak dari momen libur sekolah kemarin," ujar Deni.
Sementara Nazia, siswa kelas 1 SDN Butuh mengaku senang bersekolah karena mendapat teman baru. Ia bisa belajar dengan fokus dan mendapat pembelajaran lebih maksimal.
"Nama saya Nazia. Iya kelas satu, saya suka sekolah karena punya teman baru dan dapat makan bergizi juga," akunya. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi