RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Baru saja, video seorang kakek didemo warga viral di dunia maya.
Terlihat dalam video saat polisi mengamankan kakek itu dari Balai Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung menuju mobil polisi, warga mengamuk.
Warga berusaha memukuli sang kakek serta melemparinya dengan pasir. Bahkan polisi yang mengamankannya pun terkena imbas.
Baca Juga: Alhamdulillah! Setelah 12 Tahun Menanti, Guru Madrasah Non ASN di Kendal Akhirnya Dapat SK Inpassing
Menurut seorang warga berinisial MF, kakek bernama Iman Kadis, 70, itu didemo warga karena meminta ganti rugi Rp 50 juta atas dahan pohon duriannya yang dipotong warga saat kerja bakti.
Kemudian dalam sebuah mediasi disepakati ganti rugi Rp 5 juta dengan syarat tanda tangan surat pernyataan berisi, apabila terjadi sesuatu ke depan, warga lain tidak akan membantu.
Namun si kakek tidak mau. Akibatnya, massa di luar balai desa jengkel. Sehingga terjadilah kericuhan. Pintu besi sampai mleyot.
Sebenarnya warga sudah membujuk untuk damai di rumah saja, tapi ia tidak bersedia dan tetap minta persoalan itu dibawa sampai balai desa. Akhirnya, masalah menjadi semakin besar.
Belakangan diketahui sang kakek bernama Iman Kadis, yang sehari-harinya adalah seorang petani.
Menurut tetangga, ia pribadi yang kaku dan pelit. Di masyarakat, Iman Kadist tergolong kalangan menengah ke atas.
Dia memiliki tiga anak dan sudah berkeluarga semua. Ada yang tinggal di Salatiga, Semarang, dan bekerja pelayaran.
Anak yang di Salatiga dan bekerja pelayaran adalah laki-laki, sementara yang tinggal di Semarang adalah perempuan.
“Orangnya sekarang di Rumah Sakit Kristen. Untuk sementara ini belum bisa dijenguk,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Minggu (15/10/2023).
Tidak hanya itu, akibat kejadian tersebut, kepala desa setempat dilarikan ke ICU karena penyakit jantungnya kambuh. Meskipun sebelum kejadian ini juga sudah bolak-balik masuk ICU.
Setelah Iman Kadis diamankan polisi, anggota Polsek Wonoboyo dan koramil masih berjaga-jaga hingga malam setelah perkara untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan kembali.
“Hari ini (Minggu, Red) kemungkinan sudah aman. Polisi juga sudah tidak jaga lagi,” ujarnya.
Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Budi Raharjo sebelumnya menjelaskan, Iman Kadis, tidak terima dahan pohon duriannya dipotong oleh warga.
Dahan pohon durian tersebut dipotong saat kerja bakti karena menjulur ke bahu jalan.
Iman lantas melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Desa Purwosari, dan meminta ganti rugi.
Kemudian, perangkat desa, tokoh agama, dan pemuda bermediasi di balai desa.
“Masyarakat yang mengetahui Iman melaporkan hal tersebut kemudian tersulut emosi. Mereka beramai-ramai datang ke balai desa,” ungkapnya.
Polres Temanggung melakukan evakuasi terhadap Iman ke tempat aman. Supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Mediasi antara Iman dan perangkat desa serta tokoh agama sebenarnya telah mencapai kesepakatan dan sudah membuat surat pernyataan.
Namun, warga sudah terlanjur berdatangan dan emosi, maka Iman dievakuasi. Kejadian ini sudah selesai. Masyarakat juga kembali melakukan aktivitas.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan bisa menahan diri dari perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan lingkungan. Sekarang situasi sudah aman,” tambahnya. (din/lis)
Editor : Agus AP